Seminggu Banjir, 272 Warga Mengungsi di Pesantren Ubudiyah Tanahlaut

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Memasuki hari ketujuh bencana banjir, Posko Pengungsian di Pesantren Ubudiyah, Kecamatan Bati-Bati, masih menampung 272 jiwa dari 91 kepala keluarga (KK).

Para pengungsi berasal dari tiga desa terdampak, yakni Desa Banua Raya, Desa Kalibesar, dan Desa Bati-Bati.

Kepala Posko Pesantren Ubudiyah, Muhammad Habibi, mengatakan debit air di wilayah terdampak belum surut. Bahkan, laporan warga menunjukkan ketinggian air masih meningkat akibat kiriman dari daerah pegunungan di Desa Martadah.

“Meski di Bati-Bati tidak hujan, air kiriman dari Martadah terus turun ke sini, sehingga debit air masih naik,” kata Habibi, Rabu (7/1/2026).

Habibi berharap cuaca segera membaik agar warga bisa kembali ke rumah masing-masing dan jumlah pengungsi tidak bertambah.

“Kami berharap tidak ada hujan lagi supaya warga bisa segera pulang,” ujarnya.

Terkait kebutuhan dasar, Habibi memastikan logistik di posko masih mencukupi. Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, terutama untuk konsumsi harian pengungsi.

“Alhamdulillah, bantuan terus masuk dan kebutuhan makan masih aman,” katanya.

Meski sebagian ruang pesantren digunakan sebagai tempat pengungsian, Habibi menegaskan aktivitas pendidikan santri tetap berjalan normal. Pihak pesantren dan warga pengungsi saling menjaga kenyamanan selama masa tanggap darurat.

Visited 1 times, 1 visit(s) today