KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 359 jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin tiba di Tanah Air, Kamis (4/6/2026), setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji selama sekitar 40 hari di Arab Saudi. Seluruh jamaah dilaporkan kembali dalam kondisi sehat dan selamat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani, mengatakan tidak ada jamaah yang mengalami gangguan kesehatan serius selama pelaksanaan ibadah maupun perjalanan pulang.
“Keadaan jamaah untuk sakit kronis tidak ada. Paling flu dan itu biasa dalam perjalanan ibadah haji,” ujarnya.
Menurut Sya’rani, pelaksanaan ibadah haji tahun ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Jamaah juga menyampaikan kepuasan terhadap layanan yang mereka rasakan selama berada di Tanah Suci.
“Layanan yang dirasakan jamaah cukup bagus, baik konsumsi maupun akomodasi. Tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan ibadah,” katanya.
Jamaah Gabungan Kalteng-Banjarmasin Kloter 8 Tiba 14 Juni 2026
Ia menjelaskan, kedatangan jamaah berikutnya dijadwalkan pada 14 Juni 2026. Sebanyak 234 jamaah yang tergabung dalam Kloter 8 bersama jamaah asal Kalimantan Tengah akan tiba di Banjarmasin.
“Selanjutnya Kloter 8 gabungan dengan Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan berangkat lengkap, pulang lengkap,” ucapnya.
Sya’rani juga mengungkapkan, kuota jamaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini semula berjumlah 720 orang. Namun, satu calon jamaah meninggal dunia sebelum keberangkatan dan empat lainnya batal berangkat karena alasan kesehatan.
“Ada yang sudah mau naik bus, tetapi tiba-tiba muntah-muntah dan harus dirawat di rumah sakit sehingga keberangkatannya ditunda tahun ini,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan jamaah yang tertunda karena sakit tetap mendapat prioritas untuk berangkat pada musim haji berikutnya.
“Biaya nanti menyesuaikan. Kalau tidak ada tambahan biaya, tentu tidak perlu menambah lagi. Yang jelas keberangkatan mereka tetap terkawal,” katanya.
Sementara itu, kuota haji Kota Banjarmasin terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
“Dulu kuotanya sekitar 500 orang, sekarang sudah mencapai 700 orang. Mudah-mudahan ke depan bisa bertambah lagi,” harapnya.
Salah seorang jamaah haji, Agustini, mengaku bersyukur dapat menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu selama 15 tahun. Ia menyebut seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar meski harus menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
“Saya sudah menanti-nanti sejak 15 tahun. Alhamdulillah semuanya lancar. Pelayanan dari Indonesia maupun di Arab Saudi bagus. Kondisi kesehatan juga terjaga, paling hanya flu dan batuk karena cuaca di sana cukup panas,” tuturnya.
Menurut Agustini, suhu udara saat puncak pelaksanaan ibadah haji mencapai 42 hingga 47 derajat Celsius. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat dan kekhusyukan jamaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.





