Pemkot Siapkan Rp1,2 Miliar dari BTT, 33 Panti Asuhan Dipastikan Tidak Tutup

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan tetap memberikan dukungan kepada 33 panti asuhan yang kabarnya terancam tutup akibat keterbatasan anggaran operasional.

Kepala Badan Pendapatan, Keuangan, Pajak, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, mengatakan Pemkot tengah menyiapkan solusi melalui alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Pada prinsipnya Pemkot tetap membantu. Setelah evaluasi, kami akan mengalokasikan anggaran dari BTT untuk LKSA tersebut. Jadi kalau dikatakan Pemkot tidak peduli, itu kurang tepat,” ujar Edy, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, Pemkot tetap memberikan bantuan sesuai usulan dari SKPD teknis. Total anggarannya mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun, khusus untuk menopang kebutuhan dasar anak-anak panti.

Saat ini Pemkot meminta SKPD terkait melakukan verifikasi ulang data panti, memastikan jumlah lembaga yang berhak menerima bantuan benar-benar valid.

Bukan Lagi Hibah, Bantuan Dialihkan ke Bahan Pokok

Edy menjelaskan bahwa tahun ini Pemkot tidak lagi menggunakan skema hibah seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Karena ada ketentuan yang tidak memperbolehkan hibah secara terus-menerus, maka bantuannya dalam bentuk bahan makanan, bukan lagi hibah uang,” jelasnya.

Bantuan tersebut meliputi telur, beras, minyak goreng, dan kebutuhan bahan pokok penting lainnya.

Ia menambahkan bahwa anggaran BTT tersebut akan masuk ke RKA SKPD terkait, sebelum evaluasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan skema ini, rencananya awal Januari 2026 program penyaluran bahan makanan bagi ratusan anak panti di Banjarmasin sudah dapat bergulir.

Edy menegaskan bantuan ini merupakan bagian dari program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan anak terlantar. Hal itu sesuai Perda Penanganan Kemiskinan Nomor 5 Tahun 2023 serta Peraturan Kepala Daerah Tahun 2018 tentang pemberdayaan dan penanggulangan anak tidak mampu.

Visited 1 times, 1 visit(s) today