KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mewacanakan relokasi SDN Basirih 10 sebagai solusi jangka panjang atas kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan dan kurang representatif.
Menurut Yamin, opsi pemindahan sekolah lebih rasional dari pada sekadar melakukan perbaikan fisik bangunan yang berada di lokasi kurang strategis.
“Lokasinya terlalu di ujung kota. Kita ingin sekolah berada lebih ke tengah agar mudah aksesnya dan lebih efektif untuk pelayanan pendidikan,” ujarnya.
SDN Basirih 10 berada di kawasan perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar. Posisi tersebut membuat sekolah tidak hanya sulit terjangkau, tetapi juga kurang ideal dari sisi pemerataan fasilitas pendidikan.
Selain faktor geografis, jumlah siswa yang sangat minim turut menjadi pertimbangan utama. Yamin menyebut populasi warga sekitar relatif sedikit, sehingga peserta didik yang bersekolah di sana justru banyak berasal dari luar wilayah Banjarmasin.
“Warganya tidak banyak, bahkan bisa dihitung. Siswanya pun sebagian berasal dari kabupaten sebelah,” jelasnya.
Dengan kondisi itu, Pemkot Banjarmasin membuka peluang untuk membangun sekolah baru di lokasi yang lebih strategis dan terjangkau masyarakat. Namun, Yamin menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
“Daripada memperbaiki bangunan yang tidak efektif, lebih baik membangun sekolah baru di lokasi yang lebih tepat,” katanya.
Meski demikian, Yamin memastikan akses jalan menuju kawasan Basirih tetap menjadi perhatian pemerintah. Infrastruktur yang kerap terendam banjir rob dan menyulitkan aktivitas warga, termasuk siswa, tetap akan diperbaiki meski sekolah direlokasi.
“Sekolah boleh pindah, tapi jalan tetap kita benahi. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Sekadar informasi, selain akses jalan yang sering tergenang, sejumlah ruang kelas di SDN Basirih 10 juga mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera. Namun secara keseluruhan, relokasi kini anggapannya menjadi opsi paling realistis untuk menjamin kualitas layanan pendidikan di wilayah tersebut.





