Noor Risa Utami Raih Juara Duta Pepelingasih 2025 Banjarmasin Berkat Inovasi ‘Daur Ulang Jadi Cuan’

oleh
oleh
Juara Duta Pepelingasih 2025 Banjarmasin Noor Risa Utami. (Foto: Arum/ kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Ajang pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kota Banjarmasin 2025 melahirkan generasi muda inspiratif yang tak hanya peduli lingkungan, tapi juga membawa solusi nyata berbasis ekonomi kreatif.

Noor Risa Utami, lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, berhasil meraih Juara 1 berkat inovasi bertajuk “Daur Ulang Jadi Cuan”, sebuah program pengelolaan sampah menjadi produk bernilai jual.

Kepala Bidang Kepemudaan Disbudporapar Kota Banjarmasin, Muhammad Syarif, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari seleksi berjenjang hingga tingkat nasional, sebagai upaya membentuk pemuda yang aktif menjaga kelestarian lingkungan.

“Duta Pepelingasih adalah garda terdepan dalam program kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Dari kota, mereka akan lanjut ke tingkat provinsi, bahkan nasional,” jelasnya.

Tahun ini, 47 pemuda mendaftar, hingga mengerucut ke 10 finalis di babak grand final. Setiap finalis mengusung tema yang berbeda—mulai dari pengolahan sampah organik, kampanye sadar lingkungan, hingga solusi berbasis teknologi ramah lingkungan.

Program “Daur Ulang Jadi Cuan” milik Noor Risa mencuri perhatian juri. Ia menawarkan solusi pengolahan sampah, khususnya eceng gondok menjadi produk seperti tas, dompet, dan aksesori fungsional.

“Program ini bukan sekadar wacana. Saya sudah uji coba langsung saat jadi relawan di Gresik, Jawa Timur. Sampah tak bisa hilang begitu saja, tapi bisa jadi peluang ekonomi,” kata Risa usai menerima penghargaan.

Risa menambahkan, langkah pertama dari program ini adalah edukasi pemilahan sampah, selanjutnya workshop daur ulang, dan kemudian pemasaran produk dari hasil lomba atau bazar kreatif.

“Saya ingin menarik keterlibatan lebih banyak pemuda, terutama mahasiswa, agar mereka melihat bahwa peduli lingkungan juga bisa menghasilkan,” jelasnya.

Program ini juga harapannya selaras dengan visi Kota Banjarmasin sebagai kota hijau dan berkelanjutan. Para finalis, termasuk Risa, akan menjalankan proyek mereka secara nyata, bekerja sama dengan komunitas, sekolah, hingga UMKM.

Muhammad Syarif menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, melainkan upaya nyata menumbuhkan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Para duta ini akan kami kawal untuk benar-benar menjalankan programnya. Kita ingin dampaknya dirasakan langsung oleh warga kota,” tutupnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today