KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunnak) Kalsel memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 2026 dalam kondisi aman bahkan surplus. Berdasarkan data milik pemerintah, seluruh jenis ternak kurban yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di 13 kabupaten/kota yang ada di Kalsel.
Kabid Peteranakan Dinas Bunnak Kalsel, Edi Santosa, menyebut stok sapi mencapai 17.047 ekor dengan proyeksi kebutuhan 13.579 ekor atau surplus 3.468 ekor. Sementara kambing tersedia 6.000 ekor dengan kebutuhan 2.432 ekor sehingga surplus 3.568 ekor.
Untuk domba, ketersediaan tercatat sebanyak 357 ekor dengan kebutuhan 82 ekor atau surplus 275 ekor. Sedangkan kerbau tersedia 563 ekor dan kebutuhan proyeksinya 369 ekor sehingga masih surplus 194 ekor.
“Selain memastikan kecukupan stok, kami juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban. Kami menetapkan sejumlah persyaratan teknis guna menjamin kesehatan ternak dan mencegah penyebaran penyakit hewan menular,” katanya.
Dalam rangka mengawasi kesehatan dan keamanan ternak yang masuk Kalsel, maka wajib melampirkan dokumen terkait. Meliputi surat rekomendasi dari daerah asal, surat keterangan kesehatan hewan, serta sertifikat veteriner dari otoritas terkait.
Tambahan Pasokan Hewan Kurban dari Luar Kalsel
Hewan ternak di Kalsel tidak hanya dari dalam daerah. Tapi juga berasal dari luar Kalsel sejak jauh hari. Sehingga di Kalsel sudah tersedia dari para peternak yang melakukan proses penggemukan sapi dan kambing di Kalsel.
”Pemasokan hewan kurban ke Kalimantan Selatan sudah berlangsung sejak awal Ramadan melalui kegiatan fattening atau penggemukan. Hal ini bertujuan untuk menaikkan nilai tambah ternak tersebut dan memberikan nilai ekonomi bagi para peternak lokal. Hewan-hewan berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Bali,” urai Edi.
Pastinya, sambung Edi, hewan hewan kurban itu sudah sehat karena telah melalui prosedur lalu lintas hewan ternak sesuai dengan Permentan Nomor 17 Tahun 2023.
“Hewan yang masuk harus sehat dengan surat keterangan kesehatan hewan dan sertifikat veteriner dari pejabat otoritas veteriner asal hewan tersebut, sejauh ini belum ada laporan dari kabupaten kota yang terserang virus,” jelasnya.
Selain itu analisa kesehatan hewan dari 14 hari sebelum pengirim. Hewan harus bebas dari penyakit PMK, LSD, maupun antraks. “Kami mengimbau masyarakat agar memilih hewan kurban yang sehat dan memastikan kelengkapan dokumen untuk mendukung kelancaran distribusi ternak selama momentum Iduladha 2026,” pesan Edi mewakili Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi.





