Atasi Kekurangan Murid dan Efisiensi Anggaran Pendidikan, Pemko Banjarmasin Pertimbangkan Regrouping Sekolah

oleh
oleh
Pemko Banjarmasin Pertimbangkan Regrouping Sekolah untuk Atasi Kekurangan Murid dan Efisiensi Anggaran Pendidikan. (Foto: Arum/ Kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sejumlah sekolah di Kota Banjarmasin mengalami kekurangan murid pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) beberapa waktu lalu. Masalah tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin merencanakan upaya regrouping atau penggabungan antar sekolah untuk mengatasinya.

Langkah ini dipandang sebagai solusi praktis guna mengoptimalkan penggunaan fasilitas dan sumber daya pendidikan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menjelaskan bahwa regrouping antar sekolah, baik tingkat SD maupun SMP, menjadi salah satu pertimbangan opsi oleh Pemko Banjarmasin. Hal ini untuk mengatasi masalah kekurangan siswa yang sering terjadi. Fokusnya pada sejumlah sekolah yang masih memiliki banyak ruang kosong.

“Kekurangan kuota murid di beberapa sekolah, baik di SD maupun SMP, bisa diatasi dengan regrouping antar sekolah dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Ini adalah salah satu solusi yang sedang kami kaji,” ungkap Ryan.

Berdasarkan data terbaru untuk tahun ajaran baru 2025/2026, terdapat 14 SMP di Kota Banjarmasin yang mengalami kekurangan siswa. Meskipun data tersebut belum mencakup sekolah dasar (SD), masalah yang sama juga ada pada jenjang SD di beberapa area.

Meski begitu, Ryan menegaskan bahwa regrouping hanya pada sekolah-sekolah yang mengalami kekosongan paling signifikan. Ini bukan untuk semua sekolah yang kekurangan siswa.

“Kami akan fokus pada sekolah yang paling banyak kekurangannya dan menilai mana yang paling perlu untuk diregrouping,” jelasnya.

Akan Lakukan Kajian Mendalam

Seiring dengan rencana regrouping ini, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin juga akan melakukan kajian lebih mendalam terkait sebaran sekolah. Kajian ini juga akan mencakup kondisi fasilitas fisik mereka.

Kajian ini bertujuan untuk memastikan langkah regrouping berjalan lancar. Ini juga bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan anggaran pendidikan, terutama dalam hal perbaikan dan peningkatan infrastruktur sekolah.

“Kami juga meninjau langsung kondisi bangunan sekolah yang kekurangan siswa. Banyak di antaranya yang memerlukan perbaikan.

Dengan regrouping, kami bisa fokus memperbaiki sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan renovasi segera,” tambah Ryan.

Langkah ini harapannya tidak hanya bisa mengatasi masalah kekurangan murid. Selain itu, juga membuat penggunaan anggaran pendidikan lebih efisien dan tepat sasaran.

Rencana ini juga akan disosialisasikan ke pihak sekolah dan orang tua siswa setelah kajian selesai.

“Setelah kajian selesai, kami akan menginformasikan rencana regrouping ini kepada sekolah dan orang tua siswa,” akhirnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today