KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Dinamika menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balangan mulai terasa hangat. Sejumlah nama mulai mengemuka sebagai calon kuat untuk menduduki posisi Ketua PWI Balangan. Salah satunya adalah wartawan senior Zaki Mubarak yang rekan sejawatnya akrab menyapa Bang Jek. Dirinya bahkan “dipaksa” harus maju sebagai salah satu calon oleh rekan-rekannya.
Sebuah pertemuan khusus berlangsung di sebuah kafe di Paringin Selatan, Kamis (3/7), mempertemukan wartawan dari berbagai latar. Mereka bukan membawa nama organisasi masing-masing, melainkan membawa kegelisahan pribadi sebagai insan pers. Tujuannya satu: mendorong Bang Jek untuk maju sebagai calon Ketua PWI Balangan.
Didorong Banyak Pihak, Bang Jek Jadi Harapan Baru?
Dukungan terhadap Bang Jek datang bukan hanya dari internal PWI, tapi juga dari berbagai komunitas pers seperti IWO, Forum Jurnalis Balangan, hingga Komunitas Wartawan Sanggam. Semua sepakat bahwa PWI Balangan butuh pembenahan dan pemimpin yang tegas namun punya prinsip.
“Selama ini PWI di daerah belum terasa maksimal perannya. Baik dalam hal perlindungan maupun pembinaan. Kami butuh pembenahan, dan kami yakin Bang Jek bisa memulainya,” ujar Didi Juaidinor dari Banjar Hits.
Hal senada Taufik Jubing, wartawan Warta Berita Indonesia. Menurutnya, dorongan ini bukan basa-basi. Bahkan kalau perlu hal ini sebagai bentuk “pemaksaan solidaritas”.
Menanggapi hal itu, Bang Jek mengaku terharu. “Ini bukan cuma dukungan, tapi bentuk solidaritas yang luar biasa. Saya sangat menghargainya,” ujarnya.
Meskipun saat itu belum menyatakan sikap secara tegas, sinyal dari Zaki Mubarak cukup jelas: ia mempertimbangkan dengan serius kepercayaan dari teman-teman sejawatnya.

Mencukupi Syarat, Wahyudi Pilih Tidak Maju Dulu
Di sisi lain, nama Wahyudi, wartawan senior Bumi sanggam berciri khas brewokan dan tubuh kekarnya, juga mencuat sebagai sosok potensial. Namun, pria yang saat ini menjabat sebagai Komisioner KPU Balangan itu memilih untuk tidak maju dalam pemilihan kali ini.
Meski secara administratif masih terdaftar sebagai anggota PWI, status nonaktif karena jabatannya di KPU membuatnya tak menjalankan hak dan kewajibannya di organisasi.
“Menjadi pemimpin PWI memang cita-cita saya sejak lama. Tapi untuk periode ini, sepertinya belum saatnya,” ujar Wahyudi saat dikonfirmasi.
Menurutnya, menjadi pemimpin organisasi profesi seperti PWI tidak bisa setengah hati. Dibutuhkan dedikasi penuh, keteladanan, dan rasa tanggung jawab terhadap seluruh aspek organisasi.
“Saya yakin masih banyak teman-teman yang lebih layak secara ilmu dan pengalaman organisasi. Dan saya percaya, salah satu dari mereka bisa membawa PWI Balangan menjadi lebih dirasakan kebermanfaatannya oleh masyarakat luas,” tutupnya.
Menuju Agustus, Siapa yang Akan Maju?
Tahapan Konfercab PWI Balangan sudah mulai berjalan, dengan proses pembentukan kepanitiaan. Pendaftaran hingga penetapan calon ketua dijadwalkan akan berlangsung pada Agustus 2025.
Dengan berbagai dinamika yang berkembang, pertanyaan besar kini muncul: Siapa yang akhirnya benar-benar maju? Dan mampukah PWI Balangan bangkit di bawah kepemimpinan yang baru?
Yang pasti, suara jurnalis di daerah sudah semakin nyaring. Mereka tak hanya butuh organisasi, tapi juga kepemimpinan yang hadir, melindungi, dan membina secara nyata. Dan kini, panggung Konfercab jadi momen penting untuk menjawab harapan itu.





