KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Nama Fitri Murni Hidayattullah, sesama rekannya biasa menyapa Bang Ifit, belakangan ini mencuat sebagai kandidat kuat dalam bursa pemilihan Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Balangan.
Terkenal sebagai sosok yang dekat dengan para jurnalis di Balangan, keberadaan Bang Ifit di lingkungan wartawan ibarat magnet yang mempersatukan. Tak heran, sejumlah rekan seprofesi menjadikannya sebagai panutan.
Salah satunya adalah Ahmad Darmawan alias Mang Ahok, jurnalis dari Amnesia.com. Dalam sebuah postingan di Facebook pribadinya, Mang Ahok menuliskan kekagumannya terhadap prinsip hidup Bang Ifit yang sederhana namun mengena sebagaimana semboyan Ki Hajar Dewantara – “Ing madya mangun karsa” (Di tengah menjadi prakarsa dan ide) “Tut wuri handayani” (Di belakang menjadi pendorong dan pengarah)
Menurut Mang Ahok, prinsip ini bukan sekadar slogan, tapi sudah dibuktikan Bang Ifit dalam keseharian. “Ia berhasil menjadi pengayom, pembimbing dan pemberi motivasi. Bukan hanya sebagai senior, tapi juga sahabat dan Abang yang tulus mencurahkan perhatian untuk kami para junior,” tulisnya.
Banyak Dukungan, Tapi Bang Ifit Pilih Tidak Maju
Meski dukungan dari rekan sejawat dan mitra kerja terus mengalir, termasuk karena statusnya yang telah memenuhi syarat seperti memegang UKW Madya dan lebih dari 16 tahun mengabdi di dunia jurnalistik Balangan, Bang Ifit menyatakan tidak berambisi untuk menjadi ketua.
“Jangan jadikan saya pesaing, karena ambisi itu tidak ada,” ungkapnya. Ia menegaskan sejak awal pembentukan PWI Balangan, dirinya sudah berkomitmen mendorong kawan-kawan wartawan lokal untuk tampil memimpin organisasi.
Meski begitu, bukan berarti ia lepas tangan. “Saya masih ada dan tetap bersama PWI Balangan. Walaupun tidak menjadi ketua, saya akan tetap berkontribusi untuk kemajuan dunia pers, khususnya di Balangan,” katanya dengan mantap.
Bang Ifit juga menyampaikan optimisme terhadap siapa pun yang nantinya terpilih memimpin. Menurutnya, para kandidat yang muncul adalah sosok berintegritas dan punya pengalaman panjang di dunia pers.
“Kesempurnaan itu bukan dicari tapi dibentuk. Ini tugas kita bersama-sama, membentuk dan menjalankan organisasi ini lebih baik ke depannya,” tutupnya.
Dengan Konferensi Cabang tinggal menghitung hari, atmosfer di PWI Balangan mulai hangat. Meski memilih tidak bertarung, nama Bang Ifit tetap jadi pembicaraan dan inspirasi, bukan hanya karena rekam jejaknya, tapi juga ketulusan dan konsistensinya dalam membesarkan PWI Balangan dari belakang layar.





