KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 2.500 siswa kelas III dan IV SD di Kota Banjarmasin akan menerima vaksin dengue mulai Agustus 2025. Program ini menjadi bagian dari langkah preventif Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin untuk menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini bertepatan dengan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Tabiun Huda, menyebutkan bahwa program vaksinasi dengue menjadi krusial di tengah tingginya kasus DBD. Sepanjang 2024, tercatat tiga warga meninggal dunia akibat penyakit yang berasal dari nyamuk Aedes aegypti.
“Vaksin ini tidak menjamin bebas infeksi, tapi bisa mencegah gejala berat, seperti halnya vaksin Covid-19,” kata Tabiun, Rabu (25/6/2025).
Dinas Kesehatan telah menyiapkan 5.000 dosis vaksin dengan skema dua kali penyuntikan per anak. Dosis ini akan diberikan dengan jeda tiga bulan antar penyuntikan.
Vaksin yang digunakan ini sebelumnya telah diimplementasikan di negara lain seperti Argentina dan Brasil. Sementara itu, Indonesia masih dalam tahap awal pelaksanaan.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Kabid Bina SD, Ibnul Qayyim, mengatakan bahwa anak usia 8–9 tahun tergolong rentan terhadap DBD. Karena itu, mereka menjadi sasaran yang tepat.
“Namun kami pastikan, vaksinasi ini tetap berdasarkan persetujuan orang tua. Saat sosialisasi ke sekolah, kami akan libatkan orang tua, salah satunya lewat formulir digital seperti Google Form,” ungkap Ibnul.
Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan bahwa program vaksinasi dengue ini adalah langkah nyata untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit menular. Program ini akan berlangsung dengan pendekatan edukatif dan partisipatif agar masyarakat lebih siap dan percaya terhadap imunisasi.





