Cuaca Belum Memungkinkan, Upaya Hujan Buatan di Kalsel Tunggu Kondisi Atmosfer

oleh
Mendukung Karhutla di Kalsel masih terjadi diperlukan hujan buatan. Foto: Zoya NH/kalselmaju
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau upaya menciptakan hujan buatan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum bisa berlangsung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel masih berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi atmosfer.

Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan pelaksanaan OMC atau upaya hujan buatan masih menunggu kondisi atmosfer yang mendukung. Pemantauan bersama BMKG terus dilakukan untuk menentukan waktu yang memungkinkan operasi tersebut dijalankan.

“Untuk karhutla, secara umum masih bisa kami kendalikan. Semua titik api masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut,” papar Ronny.

Sementara itu, sejumlah titik api di Kalsel masih aktif dan menghasilkan asap. Hari ini saja (22/9), kabut asap tebal dampak dari karhutla menyelimuti Banjarbaru, Banjarmasin dan Banjar.

Di Banjarbaru, Landasan Ulin dan Lianganggang menjadi kecamatan paling terdampak kabut asap. Memang karhutla di wilayah ini terbilang sangat parah.

Adapun kabut asap di Banjarmasin, sebagian merupakan asap kiriman dari Banjar, seperti Kecamatan Gambut.

Di Banjar sendiri, kabut menyelimuti Kecamatan Martapura. Misalnya, Sungai Sipai, Tungkaran, Teleok Selong dan hampir sepanjang Jalan Martapura Lama.

Saat ini, petugas terus melakukan penanganan melalui pembasahan dan pengairan, khususnya di kawasan lahan gambut yang masih berpotensi menyimpan bara.

Ronny bilang kondisi Bandara Syamsudin Noor juga relatif aman dibandingkan sejumlah bandara lain di Kalimantan. Sempat terjadi keterlambatan penerbangan pada Senin pagi (21/9) namun kondisi tersebut tidak terjadi setiap hari.

“Secara umum penerbangan dari dan menuju Kalsel masih berjalan normal,” ujarnya.

Sebagai pengingat, tertanggunya penerbangan pesawat di Bandara Syamasudin Noor sudah beberapa kali terjadi di 2026 ini. Penyebabnya adalah kabut asap. Jarak pandang yang menurun membuat penerbangan dan kedatangan di bandara ini terhambat.

Visited 1 times, 1 visit(s) today