KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Petugas Polisi Kehutanan Dinas Kehutanan Kalsel mengecek langsung. Lokasi dugaan aktivitas tambang emas ilegal di Desa Paau, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar yang sempat viral di media sosial.
Setelah pengecekan petugas memasang garis polisi (police line). Selain itu di sana akan ada pos jaga untuk mengantisipasi aktivitas yang merusak Kawasan hutan.
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, melalui Kepala Bidang Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE, Rudiono Herlambang, mengatakan sebanyak 15 personel turun dalam pengecekan tersebut.
“Dari hasil pengecekan, alatnya sudah keluar lebih dulu. Kalau bekas kegiatannya memang masuk kawasan hutan Tahura Sultan Adam,” kata Rudi mewakili Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra.
Akses menuju lokasi dugaan tambang emas ilegal terbilang sulit. Tim harus menempuh perjalanan melalui kawasan Bukit Batu Kapal dengan menyewa kendaraan trail. Dari dermaga, perjalanan menuju titik lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Sementara itu, Desa Paau memiliki pelabuhan yang menjadi salah satu akses menuju kawasan tersebut. Lokasi yang menjadi dugaan aktivitas pertambangan itu merupakan kawasan konservasi.
Karenanya segala bentuk kegiatan pertambangan tidak boleh tanpa perizinan. “Lokasinya sudah kami police line. Itu kawasan konservasi, tidak boleh ada kegiatan tambang,” tegasnya.
Tak hanya memasang garis polisi, dinas kehutanan juga mendirikan pos penjagaan polhut di sekitar lokasi. Personel akan berjaga secara bergantian untuk mencegah kembali masuknya aktivitas yang dilarang ke kawasan konservasi tersebut.
“Kawasan Paau juga termasuk kawasan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Selama ini, pihak Tahura cukup rutin melakukan pembinaan dan berbagai kegiatan di kawasan tersebut,” paparnya.
Rudi mengingatkan, siapa pun yang terbukti melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan tersebut dapat berhadapan dengan proses hukum.
Dari hasil peninjauan, kondisi lingkungan di sekitar lokasi masih relatif asri. Tim bahkan masih menemukan sejumlah habitat satwa yang dilindungi.





