KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Hingga awal Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Banjar belum memastikan pelaksanaan Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah.
Padahal, Pasar Ramadan selama ini menjadi agenda rutin tahunan pemerintah daerah. Kegiatan ini terselenggara melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar.
Sekretaris Perumda Pasar Bauntung Batuah, Gusti Andriansyah, mengatakan pihaknya belum menerima informasi maupun penugasan resmi dari pemerintah. Informasi tersebut berkaitan dengan rencana pelaksanaan Pasar Wadai tahun ini.
“Tahun lalu memang kami yang mengelola, tapi untuk tahun ini belum ada kepastian dari dinas terkait,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Ia menegaskan, hingga saat ini Perumda Pasar Bauntung Batuah belum mendapat pemberitahuan. Pemberitahuan itu terkait apakah Pasar Wadai Ramadan 1447 H akan kembali terlaksana atau tidak.
“Kami belum diberitahu oleh dinas terkait apakah Pasar Wadai akan dilaksanakan atau tidak,” sambungnya.
Sebagai informasi, pada 2025 lalu dinas tidak lagi mengelola langsung Pasar Wadai Ramadan. Kewenangan pengelolaan beralih kepada Perumda Pasar Bauntung Batuah.
Kebijakan tersebut menyusul banyaknya keluhan pedagang pada pelaksanaan sebelumnya, karena penjualan sepi dan tidak sesuai harapan.
Meski belum menerima arahan resmi, Gusti Andriansyah menyatakan Perumda Pasar Bauntung Batuah siap kembali mengelola Pasar Ramadan. Hal ini berlaku apabila memang ada permintaan dari para pedagang dan keputusan dari pemerintah daerah.
“Tentu dengan catatan ada koordinasi dan penugasan resmi dari dinas terkait,” ujarnya.
Menurut dia, aspirasi pedagang menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah Pasar Wadai Ramadan tahun ini layak kembali terlaksana.
Sebagai pengingat, Pasar Wadai Ramadan di Kabupaten Banjar pada 2024 terlaksana di kawasan Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura. Pengelolaan pasar dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata.
Sementara pada 2025, pengelolaan beralih kepada Perumda Pasar Bauntung Batuah. Selain itu, lokasi pelaksanaan berada di sepanjang jalan sekitar Taman CBS, dengan jumlah sekitar 40 pedagang binaan Perumda Pasar Bauntung Batuah.
“Kalau kembali digelar tahun ini, kami berharap konsepnya bisa dibuat lebih baik dan lebih ramai dibandingkan sebelumnya,” pungkas Gusti Andriansyah.





