Setiap Pagi Hirup Asap Karhutla, Warga Guntung Manggis Mulai Keluhkan Gangguan Pernapasan

oleh
Kabut asap selubungi Banjarbaru mulai menggangu pernapasan. Foto: Zoya NH/kalselmaju
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Kabut asap tebal saban hari pada jam tertentu menyelimuti kawasan Guntung Manggis, Landasan Ulin. Dampak dari karhutla ini membuat jarak pandang menurun hingga ancaman gangguan pernapasan.

Di Jalan Guntung Harapan, Kompleks Mahkota Trikora, Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru misalnya. Di kompleks ini jarak pandang hanya berkisar satu meter lantaran terkepung asap dampak dari karhutla.

“Setiap hari sejak sebulan terakhir. Memang beberapa hari ini makin parah. Asapnya tidak hanya pagi, tapi sejak habis isya hingga subuh,” kata Herty, warga setempat.

“Saya khawatir kondisi ini semakin memburuk dan membuat kesehatan keluarga juga menurun. Saat ini anak-anak saya mulai batuk dan muntah,” papar ibu dari dari dua anak ini.

Herty mengarapkan karhutla dan kabut asap ini segera berlalu. Dia juga membubuhkan harapan kepada pemerintah agar bisa menanggulangi peristiwa yang kini melanda sebagian besar Kalsel.

Harapan juga ditujukan kepada aparat penegak hukum agar menindak tegas pelaku pembakar lahan, baik itu perorangan maupun kelompok atau perusahaan.

Hal senada juga disampaikan Rina, warga Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru. Asap dari karhutla ini membuat keluarga batuk-batuk dan muntah.

“Kami khawatir dengan kondisi ini dan menanti udara segera kembali seperti biasa,” singkatnya.

Selain di Banjarbaru, kabut asap pekat juga menyelubungi sebagian besar Kabupaten Banjar. Di Cindai Alus, Sungai Sipai, Pekauman, Tungkaran dan sepanjang Jalan Martapura Lama juga turut terdampak.

“Di tempat kami juga sudah sebulan terakhir ini kabut asap tebal setiap pagi. Tapi memang kalau malam tidak,” sahut Arsyahdi, warga Jalan Padang Anyar, Tungkaran, Martapura.

Dari data BPBD Kalsel, hingha 27 Agutus 2026, kejadian karhutla di Banua sudah mencapai angka 2.019 dengan luasan lahan terbakar sekitar 9.943 hektare.

Banjar menjadi kabupaten penyumbang luasan lahan yang terdampak karhutla dengan 2.244 hektare. Disusul Tanah Laut (1.797 hektare) dan Banjarbaru (1.507 kektare).

Visited 1 times, 1 visit(s) today