KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyiapkan dana cukup besar. Nilainya mencapai Rp6 triliun. Untuk membangun ekosistem kebudayaan dan ekonomini kreatif.
Oleh karenanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel mendorong ekosistem di daerah memanfaatkan dana abadi tersebut. “Dana abadi kebudayaan capai Rp6 triliun. Dana abadi ini tetap. Tetapi hasil pengelolaannya yang kemudian untuk masyarakat masyarakat,” jelas Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalsel, Manggar Sari Ayuarti. Saat Sinkronisasi Program Diplomasi Promosi Budaya dan Pariwisata Kalimantan Selatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.
Akses pendanaan tersebut bisa melalui mekanisme dan persyaratan yang ada. Termasuk pengajuan proposal. Pendanaan untuk berbagai kegiatan yang memberikan dampak terhadap pemajuan kebudayaan.
“Tentu saja dengan pengajuan proposal, ada syarat-syarat juga. Memang ini untuk pemajuan kebudayaan agar ekosistem budaya di masyarakat bisa terjaga,” ujarnya yang turut diamini Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Edy Suwarto.
Selain menjaga keberlangsungan ekosistem, pendanaan diharapkan membuat aktivitas serta ekspresi budaya tetap hidup di tengah masyarakat.
Manggar menekankan, keberhasilan program kebudayaan tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya pertunjukan atau kegiatan yang diselenggarakan.
Dampak setelah kegiatan justru perlu menjadi ukuran. Pertunjukan budaya, misalnya, untuk menciptakan rantai ekonomi yang melibatkan pelaku usaha dan komunitas di sekitarnya.
“Jadi tidak hanya asal pentas di sana, asal pentas di sana. Tapi dampak dari pentas itu apa? Bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan adanya pentas itu,” katanya.
Efek tersebut dapat menyentuh berbagai sektor. Mulai dari pembuat kostum, sanggar seni hingga pelaku usaha makanan tradisional.
“Bagaimana pembuat kostum bisa berproduksi, anak-anak sanggar bisa beraktivitas, kemudian industri makanan, terutama gastronomi tradisional, bisa hidup. Inilah sebenarnya yang kita inginkan ke masa yang akan datang,” jelasnya.





