KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Anggota DPRD Kota Banjarbaru Emi Lasari menggelar kegiatan reses di RT 24, Kelurahan Guntung Manggis. Menyerap aspirasi warga sekaligus memberikan layanan kesehatan di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (27/8/2026).
Dalam reses tersebut, Emi turut meninjau kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar akses pembangunan Jalan Purnawirawan yang nantinya menembus kawasan Guntung Manggis.
Menurutnya, pembangunan akses jalan baru tersebut memiliki peran penting karena akan menghubungkan sejumlah ruas jalan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi bagi masyarakat.
“Memang perlu kita ke lapangan berdiskusi dengan masyarakat untuk melihat apa kebutuhannya dari akses pembangunan jalan ini. Karena akses ini mengkoneksikan beberapa jalan yang ada dan nantinya membuka akses ekonomi,” ujar Emi.
Ia menyebut, aspirasi masyarakat terkait kebutuhan lanjutan setelah pembangunan jalan tersebut. Menjadi salah satu hal yang ingin topik yang perlu terserap melalui kegiatan reses.
Namun, Emi mengatakan reses kali ini dengan konsep berbeda. Kondisi karhutla yang terjadi di Banjarbaru membuatnya memprioritaskan persoalan kesehatan masyarakat.
Hal itu dilakukan karena dampak kabut asap akibat karhutla berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Secara umum reses kali ini memang saya sengaja membuat dengan format lain. Karena kita dalam situasi menghadapi karhutla, sehingga kita kemas untuk mendeteksi kebutuhan yang memang sangat mendasar di masyarakat,” katanya.
Kolaborasi Puskesmas
Emi berkolaborasi dengan puskesmas untuk menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pengecekan gula darah, tekanan darah, serta deteksi gejala ISPA.
“Kondisi kasus ISPA saat ini sudah sangat tinggi di Kota Banjarbaru. Makanya reses ini kita prioritaskan memang untuk menghadirkan layanan kesehatan bekerja sama dengan puskesmas,” jelasnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Emi juga membagikan masker dan vitamin, khususnya kepada anak-anak. Menurutnya, anak-anak dan lanjut usia merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak kondisi udara akibat karhutla.
Ia menegaskan, kegiatan reses tidak semata-mata menjadi ruang untuk menyerap aspirasi, tetapi juga harus menjadi momentum bagi wakil rakyat untuk hadir dan memberikan solusi atas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
“Tidak hanya reses itu menyerap aspirasi, tapi bagaimana kita hadir di tengah-tengah masyarakat kemudian menjadi solusi dari persoalan yang ada. Karena persoalan sekarang adalah karhutla, maka masalah kesehatan menjadi titik poinnya,” pungkasnya.





