KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Krisis air bersih mulai benar-benar dirasakan warga di sejumlah kawasan Kota Banjarmasin. Kemarau panjang membuat kadar garam air baku melonjak drastis. Hingga memaksa PAM Bandarmasih menghentikan operasional Intake Sungai Bilu yang berkapasitas 600 liter per detik.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengungkapkan bahwa kadar garam di Intake Sungai Bilu telah menembus lebih dari 5.000 ppm. Jauh melampaui ambang batas yang diperbolehkan.
“Intake Sungai Bilu yang kapasitas 600 liter per detik itu tidak bisa kita produksi. Karena kadar garamnya sudah sangat tinggi, di atas 5.000-an,” ungkapnya.
Warga merasakan dampak langsung dari kondisi tersebut. Wati, warga Pemurus Baru, mengaku harus lebih sering menampung air. Karena aliran baru keluar saat dini hari dengan debit sangat kecil.
“Tiap hari harus menampung air, apalagi air baru mau keluar saat subuh. Itu pun airnya kecil,” keluhnya.
PAM Bandarmasih melakukan pencampuran air baku dari sejumlah sumber sebagai langkah darurat, namun produksi tetap belum kembali normal. Armada mobil tangki juga siaga. Untuk menyuplai air ke kawasan terdampak secara gratis bagi warga yang mengajukan permintaan melalui Ketua RT.
Masyarakat dapat menghubungi call center PAM Bandarmasih di (0511) 3252541 atau melalui aplikasi Bandarmasih Mobile. Pada Kamis (27/8/2026), PAM Bandarmasih bersama Pemkot Banjarmasin menggelar salat istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor PAM Bandarmasih.





