Pasokan Bahan Pokok di Tanahlaut Aman, Panen Raya Jaga Stabilitas Harga

oleh
oleh
Harga kebutuhan bahan pokok di Tanahlaut relatif stabil. (Foto: Maulidi)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Tanahlaut memastikan pasokan bahan pangan pokok di daerah tersebut dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil pemantauan harga pada pertengahan Juli 2026, mayoritas komoditas kebutuhan masyarakat masih menunjukkan tren yang relatif stabil.

Hasil pemantauan dinas pada periode 13 hingga 20 Juli 2026 mencatat sejumlah komoditas utama tidak mengalami perubahan harga yang signifikan. Gula pasir putih tetap Rp18.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, minyak goreng kemasan Rp23.000 per kilogram, tepung terigu Bogasari Rp13.000 per kilogram, dan daging sapi segar Rp150.000 per kilogram.

Stabilitas harga juga terjadi pada komoditas perikanan. Ikan nila Rp45.000 per kilogram, ikan tongkol Rp40.000 per kilogram, dan ikan haruan Rp80.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Telur ayam ras turun dari Rp27.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Harga cabai juga mengalami koreksi, dengan cabai merah besar, cabai keriting, dan cabai rawit taji turun dari Rp60.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai rawit tiung turun lebih tajam, dari Rp80.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.

Namun, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti daging ayam ras yang naik dari Rp29.500 menjadi Rp30.000 per kilogram, daging ayam kampung dari Rp85.000 menjadi Rp100.000 per kilogram, wortel dari Rp17.000 menjadi Rp20.000 per kilogram, dan kentang dari Rp20.000 menjadi Rp22.000 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Tanahlaut, Edi Hariyadi, mengatakan ketersediaan bahan pokok. Khususnya beras, tetap terjaga berkat panen raya yang sedang berlangsung di wilayah Tanahlaut.

“Ketersediaan bahan pokok secara umum berada dalam kondisi yang aman, khususnya komoditas beras yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Memasuki periode Juli dan Agustus, sektor pertanian di Tanahlaut tengah melangsungkan panen raya sehingga ketersediaan stok dapat terjamin dengan baik,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, dinas terus melakukan pemantauan harga secara rutin. Serta menggelar pasar murah hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Pemantauan harga di Pasar Pelaihari dilaksanakan secara rutin. Selain itu, pasar murah juga secara berkala dengan target empat kali dalam sebulan. Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” jelas Edi.

Hingga kini, aktivitas perdagangan di pasar-pasar Kabupaten Tanahlaut masih berlangsung kondusif. Pemerintah daerah menilai tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat tetap berada pada kondisi yang baik.

Visited 1 times, 1 visit(s) today