Tiga Ton Garam Sudah Disemai di Langit Kalsel, Hujan Buatan Melalui OMC Digencarkan

oleh
OMC di Kalsel telah berlangsung dengan menebarkan garam sebanyak 3 ton. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Pemprov Kalsel bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Operasi tersebut berlangsung pada 15–21 Juli 2026 dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B berregistrasi PK-SNP.

Dalam setiap penerbangan, pesawat mampu menyemaikan sekitar satu ton garam ke awan potensial untuk memicu hujan buatan. Penyemaian satu hingga dua kali dalam sehari, bergantung pada kondisi cuaca.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan penyemaian sebanyak tiga ton garam telah berlangsung.

“Hingga saat ini, penebaran garam yang sudah sekitar tiga ton,” ujar Ronny, Kamis (16/7).

Ronny menjelaskan, pelaksanaan penyemaian garam menyesuaikan dengan potensi pertumbuhan awan di wilayah sasaran agar operasi berjalan efektif.

Menurut Ronny, OMC merupakan tindak lanjut atas penetapan status darurat kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Kalsel sebelumnya.

Program hujan buatan tersebut merupakan usulan Pemprov Kalsel kepada BNPB guna mendukung upaya penanganan bencana di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, BNPB menunjuk PT Milan Pillery Bersatu sebagai penyedia jasa Operasi Modifikasi Cuaca. Sementara itu, pengoperasian pesawat Cessna Caravan 208B PK-SNP melalui kerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation.

Operasi Modifikasi Cuaca ini diharapkan dapat menekan potensi terjadinya karhutla di Kalsel, sekaligus mengurangi risiko gangguan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin akibat kabut asap.

Visited 1 times, 1 visit(s) today