Sebagian Wilayah Kalsel Diguyur Hujan Buatan, Modifikasi Cuaca Berhasil?

oleh
oleh
Hujan buatan berhasil basahi lahan-lahan gambut di Kalsel. (Foto: Zoya NH/ kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Sebagian wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar terjadi hujan, dengan intensitas yang bervariasi, Minggu (17/08). Di beberapa titik hanya terjadi gerimis meski kondisi cuaca terlihat cerah. Sedangkan di Banjarbaru dan Banjar intensitas hujan sangat lebat dengan durasi singkat.

Bahkan Senin (18/08) pagi tadi turun gerimis di Banjar. Sampai saat ini terpantau, awan di langit Banjar cukup mendung.

Kondisi dua hari ini prediksinya merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hujan buatan ini dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Kalimantan Selatan.

OMC ini merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang harapannya dapat menekan jumlah angka karhutla (karhutla).

Proses modifikasi cuaca berlangsung sejak, Kamis (14/8) hingga 10 hari ke depan. Ini akan berlangsung sampai Sabtu (23/8) nanti. Dalam pelaksanaannya, saban dua hari sekali tim akan menyemai garam seberat 800 kilogram. Penaburan dilakukan di titik awan yang berpotensi bisa memicu hujan.

“Hujan dua hari ini hasil dari modifikasi cuaca yang dilakukan,” klaim Kepala Stasion Klimatologi Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, melalui aplikasi perpesanan, Senin (18/8).

Klaus menyebut OMC berjalan sesuai dengan tujuan awal. Yakni membuat hujan buatan untuk pembasahan lahan-lahan gambut, agar mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Penyemaian garam pertama untuk OMC ini di wilayah Kotabaru dan Tanahbumbu. Penaburan garam ini menggunakan pesawat Casa dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Selain itu, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari personel TNI AU Lanud Syamsuddin Noor.

Garam tersebut berfungsi menyerap uap air di atmosfer, membuat awan menjadi lebih berat dan harapannya bisa memicu turunnya hujan.

“Penanganan kebakaran hutan dan lahan tahun ini terlihat lebih efektif,” sahut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi.

“Ini berkat kerja bersama antar stakeholder dan bantuan pemerintah pusat. Bantuan juga datang melalui Kementerian Lingkungan Hidup, BNPB dan seluruh komponen masyarakat,” tutup Bambang.

Visited 1 times, 1 visit(s) today