KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ushuluddin dan Dakwah Cabang Banjarmasin menggelar aksi unjuk rasa di bawah Flyover Gatot Subroto, Senin (4/5/2026) sore.
Aksi bertajuk “Menagih Janji Wali Kota Banjarmasin” ini menjadi bentuk protes terhadap janji kampanye belum terealisasi, khususnya di sektor lingkungan dan pendidikan.
Koordinator aksi, Muhammad Iqbal, menyoroti dugaan ketidaktransparanan pengelolaan retribusi sampah yang dipungut melalui kerja sama dengan PAM Bandarmasih.
“Retribusi sudah diatur dalam Perwali Nomor 8 Tahun 2016, namun kondisi pengelolaan sampah di lapangan masih jauh dari ideal. Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya.
Menurutnya, potensi retribusi yang mencapai miliaran rupiah per bulan belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kondisi pendidikan di Banjarmasin yang belum merata. Wilayah pinggiran seperti Kelayan, Haur Kuning, hingga kawasan kepulauan masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Iqbal menilai visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) pemerintah kota belum sepenuhnya terealisasi. Rendahnya kesejahteraan guru honorer juga menjadi perhatian.
“Masih banyak sekolah dengan fasilitas tidak layak, tambah lagi kesejahteraan guru yang minim. Ini berdampak pada kualitas pendidikan,” tegasnya.
Mahasiswa mendesak pemerintah kota segera mengambil langkah konkret, terutama dalam transparansi anggaran dan pemerataan pembangunan.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WITA tersebut berjalan tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian, dengan arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap terkendali.





