PKL Kembali Diperbolehkan Berjualan di Pasar Wadai, Satpol PP Kewalahan Amankan Area

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pedagang kaki lima (PKL) boleh kembali berjualan di kawasan Festival Pasar Wadai Ramadan di Banjarmasin. Sebelumnya kesemrawutan lokasi berjualan jadi keluhan para pengunjung yang berbelanja.

Kelonggaran kebijakan tersebut tetap melalui pembatasan jam operasional serta pengaturan lokasi berjualan yang lebih ketat.

Kesepakatan ini berdasar kesepakatan antara Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Banjarmasin serta pihak penyelenggara kegiatan. PKL hanya boleh berjualan mulai pukul 17.30 hingga 22.00 Wita.

Pengamanan kawasan festival dikoordinasikan bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Banjarmasin, Syarmani, mengatakan para PKL sudah tersedia ruang berjualan di dalam area festival, namun tetap sesuai kesepakatan.

“PKL bisa masuk dan berjualan di jam yang sudah ditentukan karena memang sudah mendapat space di dalam area,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan, lokasi berjualan PKL juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya berada di titik tertentu. Kini penyelenggara menyiapkan jalur khusus di bagian tengah badan jalan sepanjang kawasan Pasar Wadai.

Penataan tersebut untuk menghindari kesan kumuh sekaligus menjaga kelancaran arus pengunjung.

Meski telah terdata dan mengantongi izin dari dinas, Syarmani menegaskan para pedagang tetap tidak boleh keluar dari jalur.

“Kami amankan agar mereka tidak melebar dari jalur yang disiapkan,” tegasnya.

Selain PKL, Satpol PP juga memberi perhatian terhadap potensi gangguan ketertiban umum lain di kawasan festival, seperti keberadaan pengamen dan pengemis.

“Jika ditemukan, akan langsung kami tertibkan,” ujarnya.

Namun di balik kebijakan pembukaan kembali ruang berjualan bagi PKL tersebut, Satpol PP mengakui masih menghadapi kendala keterbatasan personel pengamanan.

Saat ini, hanya satu regu yang turun untuk mengamankan seluruh area Pasar Wadai.

“Kami akui satu regu ini kesulitan melakukan pengamanan seluruh area. Ini akan kami koordinasikan kembali dengan pihak penyelenggara, apakah perlu penambahan personel,” pungkas Syarmani.

Visited 1 times, 1 visit(s) today