Banjir Dua Pekan Picu Penyakit Kulit hingga Demam, Warga Sungai Lulut Butuh Tambahan Layanan Kesehatan

oleh
oleh
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Banjir yang merendam wilayah Kelurahan Sungai Lulut selama hampir dua pekan tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga. Namun, banjir juga memicu munculnya berbagai penyakit.

Genangan air yang terus mengelilingi permukiman menjadi sumber utama gangguan kesehatan. Penyakit mulai dari penyakit kulit hingga demam menyerang anak-anak dan orang dewasa.

Mariana, warga Jalan Rahayu Komplek Pembina 4 Ujung RT 8, mengungkapkan bahwa dirinya bersama enam anggota keluarganya menderita kutu air. Ini akibat kaki yang hampir setiap hari terendam banjir.

Selain itu, gatal-gatal pada kulit kerap menyerang anak-anak karena air banjir yang kotor dan tercemar.

“Kalau di sini rata-rata pasti pernah kena penyakit itu semua. Soalnya pemicunya jelas dari banjir yang tidak kunjung surut,” ujar Mariana, Minggu (4/1/2026).

Tak hanya penyakit kulit, warga juga banyak mengeluhkan demam dan meriang. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah sehingga lebih rentan terserang penyakit.

Meski demikian, Mariana mengaku bersyukur karena kondisi kesehatan warga terdampak banjir mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Banjarmasin.

Petugas kesehatan terjun langsung ke lokasi pengungsian untuk memeriksa kondisi warga dan memberikan pengobatan.

“Alhamdulillah, kami diperiksa kesehatannya dan juga diberi obat,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Banjarmasin Timur, Eka Rahayu Normasari, menyampaikan bahwa sejak Kamis (2/1/2026), bantuan layanan kesehatan dari puskesmas setempat telah sampai kepada warga terdampak banjir.

Namun, jumlah tenaga dan logistik kesehatan dinilai masih terbatas dibandingkan banyaknya warga yang membutuhkan penanganan.

“Kekhawatiran kami bukan hanya kutu air, tetapi juga penyakit lain seperti batuk pilek, malaria, muntaber hingga disentri. Penyakit ini berpotensi muncul akibat lingkungan yang tidak sehat,” jelas Eka.

Untuk itu, tambahnya pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin agar menambah dukungan layanan kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan.

Langkah ini dinilai penting agar kondisi kesehatan warga terdampak banjir dapat tertangani dengan cepat. Dengan demikian, kondisi tersebut tidak berkembang menjadi wabah yang lebih luas.

Visited 1 times, 1 visit(s) today