KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Polres Banjarbaru mencatat hasil signifikan selama pelaksanaan Operasi Antik Intan 2025. Mereka mengungkap 23 kasus peredaran narkotika dan menangkap 26 tersangka. Aparat menyita tak kurang dari 12 kilogram sabu selama operasi yang berlangsung dua pekan pada Juni 2025 lalu.
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Kasus ini sempat menghebohkan, yakni penangkapan dua tersangka berinisial R dan S dengan barang bukti 10 kilogram sabu di kawasan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
“Setelah pengembangan, kami berhasil menangkap satu tersangka lagi, berinisial NR, di wilayah Alalak, Barito Kuala. Di rumahnya, ditemukan sabu seberat lebih dari 12 kilogram,” ungkap Pius dalam konferensi pers di Mapolres Banjarbaru, Senin (14/7/2025).
Pius menyebut, sabu-sabu tersebut dugaannya berasal dari Kalimantan Barat (Kalbar) dan akan beredar di wilayah Kalimantan Selatan. Penangkapan terhadap NR bermula dari penemuan awal 45 gram sabu, yang kemudian mengarah pada pengungkapan lebih besar.
Selain penangkapan besar ini, Satresnarkoba Polres Banjarbaru bersama jajaran polsek juga mengamankan total 189,5 gram sabu tambahan. Mereka juga mengamankan 69 butir ekstasi dari para tersangka lainnya. Dari 26 tersangka, dua di antaranya adalah perempuan. Selain itu, lima orang merupakan residivis kasus serupa.
“Kasus ini masih kami dalami. Ada indikasi kuat keterkaitan dengan jaringan narkotika Freddy Pratama yang saat ini masih buron. Freddy Pratama masuk daftar red notice Interpol,” ujar Pius.
Menurutnya, beberapa identitas tersangka lain masih dirahasiakan karena proses pengembangan kasus masih berlangsung.
Para pelaku terjerat Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidananya minimal enam tahun penjara dan maksimal hukuman seumur hidup.
Pius menegaskan komitmen Polres Banjarbaru untuk terus menekan angka peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya. Khususnya, melalui operasi intensif dan pengembangan jaringan lintas daerah.
“Ini peringatan bagi pelaku narkotika, kami tidak akan berhenti. Kami terus kejar sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.





