Kabel Semrawut di Banjarbaru Akan Dikubur, Program 100 Hari Kerja Wali Kota Lisa Halaby Mulai Dijalankan

oleh
oleh
Kabel semrawut
Ketua KPJUT Banjarbaru, Asep Saputra. (Foto: Zoya NH/ KalselMaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Penataan kabel semrawut di sejumlah titik jalan utama Kota Banjarbaru masuk dalam prioritas program 100 hari kerja Wali Kota Erna Lisa Halaby. Program ini akan mulai berjalan melalui Tim Koordinasi Penyelenggaraan Jaringan Utilitas Terpadu (KPJUT) Banjarbaru sebagai langkah awal mewujudkan wajah kota yang lebih tertib dan estetis.

Ketua KPJUT Banjarbaru, Asep Saputra, mengatakan penataan kabel semrawut akan berjalan secara bertahap, mulai dari kawasan strategis. Fokus utama tahap awal adalah Jalan Ahmad Yani, terutama di sekitar Bundaran Adipura hingga depan rumah dinas wali kota.

“Rencananya kabel dari arah Shihab akan dialihkan ke belakang kolam renang hingga Tugu Nol Kilometer. Tidak ada lagi kabel yang menggantung di depan rumah dinas wali kota,” ujar Asep, Sabtu (5/7/2025).

Kabel Akan Dikubur di Tanah, Mulai dari Jalan Protokol

Penataan tidak hanya di Jalan Ahmad Yani. Beberapa ruas jalan lain seperti Jalan RO Ulin, Panglima Batur, hingga kawasan Bapelkes ke Mistar Cokrokusumo juga menjadi target.

Di titik-titik ini, kabel tidak lagi menggantung melainkan tertanam menggunakan sistem jaringan bawah tanah (ducting). Tujuannya untuk menciptakan kota yang lebih rapi dan bebas dari pemandangan kabel menjuntai di udara.

Asep mengakui penataan kabel tidak akan selesai dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pihaknya memprioritaskan kawasan Tugu Adipura dan pertigaan Jalan RO Ulin untuk tahap awal.

“Nantinya pertigaan RO Ulin juga akan bersih dari kabel karena jalurnya kami arahkan ke tiang bersama milik Pemko,” jelasnya.

Meminimalkan Tiang Liar, Vendor Harus Ikuti Aturan

Selain penataan kabel semrawut, Pemko Banjarbaru juga akan menertibkan keberadaan tiang-tiang kabel liar. Semua vendor penyedia jaringan seperti internet dan TV kabel akan diarahkan menggunakan tiang bersama milik pemerintah kota.

Langkah ini agar mencegah maraknya pertumbuhan tiang baru yang tidak terkendali di wilayah Banjarbaru.

“Kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan para vendor dan mereka antusias mendukung kebijakan ini,” kata Asep.

Penataan ini merupakan bagian dari visi besar Wali Kota Lisa Halaby dalam menciptakan tata kota yang lebih baik, aman, dan nyaman. Dengan langkah ini, wajah kota Banjarbaru harapannya semakin tertib dan modern dalam waktu dekat.

Visited 1 times, 1 visit(s) today