Pembangunan Jembatan Pulau Laut Sisi Tanahbumbu dan Kotabaru, Biaya 2 Triliunan, Kontraktor Pelaksana PT Pembangunan Perumahan dan Nindya Karya

oleh
Ilustrasi : Jembatan Pulau Laut yang sudah memasuki tahap pembangunan multiyears.
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Mega proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut berlangsung dengan skema multiyear (tahun jamak). Selain itu dalam proses penyedia jasa atau kontraktor, menggunakan sistem kerja sama operasional (KSO) atau Joint Operation (JO) beberapa kontraktor.

PT. Pembangunan Perumahan (PT PP) lead kontraktor sisi Tanahbumbu. Serta PT Nindya Karya (PT NK). Nilai kontrak masing-masing sisi berkisar Rp1 triliun. Melalui pembiayaan selama 3 tahun dari 2026. Kontrak ini terpisah dari pembangunan bentang tengah jembatan.

Yang mana bentang tengah melalui pembiayaan APBD Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan menyiapkan dana berkisar Rp3 triliun.

PTPP sebagai lead contractor dengan porsi 50 persen. ebagai bagian dari program pembangunan multiyears 2026-2028 yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalsel. Masa pelaksanaan konstruksi selama 1.005 hari Kalender. Serta masa pemeliharaan selama 730 hari kalender.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan perolehan proyek JO ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Perolehan proyek ini menjadi bukti kepercayaan yang terus diberikan kepada PTPP dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis, khususnya sebagai lead contractor,” ucap Joko dari keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2026, melansir dari metrotvnews.com.

Secara keseluruhan, pembangunan Jembatan Pulau Laut merupakan proyek strategis dengan dukungan pembiayaan dari berbagai pihak. Kehadiran infrastruktur ini akan memperlancar distribusi logistic. Meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai target, baik dari sisi mutu, waktu, maupun aspek keselamatan kerja, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” tegas Joko.

Lebih lanjut, PTPP menegaskan kontribusi dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut sejalan dengan semangat Asta Cita, khususnya pada upaya pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antarwilayah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Hal ini menunjukkan bagaimana keterlibatan PTPP dalam proyek infrastruktur turut mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Joko.

Visited 1 times, 1 visit(s) today