KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Proses penjaringan dan penyaringan bakal calon (balon) ketua umum (Ketum) Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) telah resmi berakhir. Tanpa adanya pendaftar. Tahapan tersebut berlangsung sejak 31 Maret hingga 5 April 2026.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketum Pobsi Kalsel, Syamsul Maarif, mengungkapkan bahwa tidak adanya kandidat yang mendaftar membuat pihaknya akan menyerahkan keputusan kepada forum dalam musprov mendatang.
“Hingga batas akhir pendaftaran, tidak ada calon yang mendaftar. Opsi selanjutnya, tim penjaringan dan penyaringan akan memberikan pilihan kepada forum untuk menentukan nahkoda baru POBSI Kalimantan Selatan,” jelas Syamsul.
Dengan kondisi tersebut, forum musprov nantinya akan menjadi penentu arah kepemimpinan organisasi, termasuk membuka peluang munculnya figur yang mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk pengurus cabang dan para atlet.
Dukungan terhadap sosok bakal calon ketua umum POBSI Kalsel mulai mengemuka jelang pelaksanaan musyawarah provinsi (musprov) pada 18 April mendatang.
Wakil Ketua POBSI Kota Banjarmasin, Gugun Gunawan, menyampaikan harapan agar kepemimpinan ke depan terdapat figur yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan olahraga biliar di daerah. Ia menilai, sosok seperti Mustohir Arifin layak mendapat dukungan karena peduli dan memiliki loyalitas tinggi terhadap cabang olahraga tersebut.
“Harapan kami ada sosok seperti ketua sebelumnya yang perhatian terhadap olahraga biliar. Kami juga sudah berdiskusi dengan para atlet, dan mereka turut memberikan dukungan. Kami melihat Mustohir Arifin ini peduli dan loyal terhadap biliar. Hal itu terbukti dari prestasi biliar Kalimantan Selatan yang terus membaik, baik di tingkat nasional bahkan hingga internasional,” ujar Gugun.





