Lebih Efektif 75% Padamkan Api dari Metode Konvensioal, Foam Jepang dan Teknologi Drone Bakal Digunakan Tanggulangi Karhutla di Kalsel

oleh
Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan bakal menggunakan Foam Jepang dan Teknologi Drone. Foto : Istimewa
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan bakal menggunakan Foam Jepang dan Teknologi Drone. Salah satu perusahaan asal Jepang, Shabon-dama Soap, memberikan bantuan produk Natural Foam.

Penggunannya sebagai campuran bahan pemadaman api, khususnya di lahan gambut. Penyerahan bantuan pada awal pekan tadi sebagai bentuk dukungan dalam mengantisipasi potensi karhutla yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Produk ini sebagai inovasi pemadaman yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sebelumnya, produk tersebut telah melalui penelitian di Kalimantan Tengah dengan melibatkan Universitas Palangka Raya.

“Hasil penelitian menunjukkan penggunaan foam tersebut mampu mengurangi kebutuhan air hingga 75 persen dari metode pemadaman konvensional,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Jumat (17/4/2026).

Selain efisiensi penggunaan air, sabun Natural Foam juga memiliki kemampuan penetrasi yang lebih baik pada lahan gambut. Sehingga dapat mempercepat proses pemadaman api yang penangananya sulit di wilayah tersebut.

Keunggulan lain dari produk ini adalah tingkat keamanannya terhadap lingkungan dan petugas. “Cairan tersebut tidak menimbulkan iritasi pada kulit serta aman bagi tumbuh-tumbuhan di sekitar area kebakaran,” papar Ronny.

Uji Coba Foam Jepang dan Teknologi Drone Bulan Mei

Sebagai bentuk dukungan awal, pihak perusahaan memberikan bantuan sebanyak delapan jeriken sabu Natural Foam.

Setiap jeriken memiliki kapasitas sekitar 20 liter. Dengan perbandingan campuran satu banding seratus (1:100) dengan air.

Meski efektif, produk tersebut saat ini langsung dari Jepang sehingga harganya relatif tinggi. Satu jeriken berkapasitas 20 liter perkiraannya bernilai sekitar Rp4 juta.

Nantinya, pemadaman karhutla di Kalsel akan dengan sabun tersebut akan menggunakan drone berkapasitas, khususnya pada wilayah yang sulit terjangkau melalui jalur darat.

Drone merupakan jenis drone pertanian dengan kapasitas angkut cairan hingga 100 liter.

Kapasitas tersebut cukup besar untuk mendukung operasi pemadaman skala awal, terutama dalam tahap penanganan dini sebelum api meluas.

Saat ini, persiapan masih fokus pada proses pengadaan unit drone serta penyesuaian dengan kondisi lapangan.

“Insyaallah uji coba penggunaan teknologi ini berlangsung pada pertengahan Mei 2026,” tutup Ronny.

Visited 1 times, 1 visit(s) today