KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN –Pemerintah Kota Banjarmasin menggenjot pelaksanaan program Pasar Murah Ramadan sebagai langkah pengendalian inflasi jelang Hari Raya Idulfitri.
Program tersebut akan terlaksana masif sebanyak 33 kali kegiatan selama bulan suci Ramadan. Salah satu pelaksanaan berlangsung di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (2/3/2026).
Mewakili Wali Kota, Asisten II Setdakot Banjarmasin, Taufik Rivani, menegaskan bahwa pasar murah merupakan strategi pengendalian inflasi daerah oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.
“Selama Ramadan ini kegiatan dilaksanakan sebanyak 33 kali hingga tanggal 16. Ini merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah kota untuk menstabilkan harga dan mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Ia mengakui, angka inflasi di Banjarmasin saat ini tergolong tinggi. Namun, lonjakan tersebut bukan imbas dari harga kebutuhan pokok, melainkan karena faktor kenaikan harga emas.
Sementara harga beras, gula, ayam, dan telur masih relatif stabil, meski terjadi fluktuasi menjelang Ramadan.
“Pasar murah ini diharapkan menjadi stimulan sekaligus treatment terhadap pergerakan harga di masyarakat,” kata Taufik.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini merupakan pelaksanaan Pasar Murah Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) ke-15.
Sebanyak 1.159 paket sembako tersedia khusus untuk warga Kecamatan Banjarmasin Utara.
“Insya Allah hari ini tersedia sekitar 1.159 paket. Ini merupakan pelaksanaan ke-15 Pasar Murah BCSR yang difasilitasi pemerintah kota melalui Disperdagin,” terangnya.
Ia juga menjelaskan, mulai tahun 2026 mekanisme pembelian paket sembako tidak lagi menggunakan kupon dari kelurahan. Warga cukup menunjukkan KTP Kota Banjarmasin.
“Mulai 2026 cukup membawa KTP Kota Banjarmasin. Tidak berlaku bagi ASN, TNI, dan Polri. Satu orang hanya bisa membeli satu paket per hari dan tidak boleh diwakilkan,” tegasnya.
Dalam program tersebut, setiap paket sembako mendapatkan subsidi sekitar Rp15.000 dari Forum BCSR. Jika harga normal dua kilogram gula dan dua liter minyak goreng mencapai sekitar Rp73.000, maka di pasar murah masyarakat cukup membayar Rp58.000.
Pemkot Banjarmasin menargetkan total pelaksanaan pasar murah sepanjang tahun 2026 mencapai 185 kali sebagai bagian dari upaya berkelanjutan pengendalian inflasi daerah.





