Lahan Rawa jadi Kendala, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Banjarmasin Baru Capai Dua Titik

oleh
oleh
Kepala Bidang Koperasi Dinas Diskopumker Kota Banjarmasin, Edy Junaidi. (Foto: Arum/ kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pembangunan gerai fisik Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Banjarmasin belum berjalan optimal. Dari 52 kelurahan yang telah membentuk koperasi, baru dua lokasi yang masuk tahap konstruksi fisik.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin, Edy Junaidi, menyebut kondisi geografis kota menjadi hambatan utama.

“Dari 52 kelurahan, kita lanjutkan ke pembangunan gerai fisik, pergudangan, dan kelengkapan koperasi. Namun yang masih dalam proses pembangunan saat ini baru dua lokasi,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Ia menjelaskan, Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 mewajibkan fasilitas KKMP dibangun di atas lahan keras. Sementara sebagian besar wilayah Banjarmasin merupakan lahan rawa.

“Di sini kebanyakan lahan rawa, sedangkan dalam juklak disyaratkan lahan keras. Pembangunan yang tersisa masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait Detail Engineering Design (DED) untuk lahan rawa,” jelasnya.

Progres pembangunan di dua lokasi yang sudah berjalan pun masih terbatas, yakni berkisar 15 hingga 17 persen. Pemerintah menargetkan pengerjaan rampung 100 persen pada awal April 2026.

Selain persoalan jenis tanah, Edy juga mengungkapkan kendala pencarian lahan yang memenuhi standar teknis. Juklak mensyaratkan lahan minimal berukuran 20×30 meter, berada di lokasi strategis, dan bebas dari jaringan tegangan listrik.

“Teman-teman di lapangan cukup kesulitan mencari lahan yang memenuhi semua persyaratan itu,” tambahnya.

Edy berharap dua titik pembangunan pertama dapat tuntas sesuai target nasional, meski harus melewati berbagai tantangan kondisi lahan.

Visited 1 times, 1 visit(s) today