700 Pambakal se-Kalsel Gelar Silaturahmi APDESI di Banjarbaru, Bahas Posbankum dan Antisipasi Karhutla

oleh
oleh
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menggelar silaturahmi daerah di Hotel Grand Maya Km 21 Banjarbaru, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Zoya NH/ kalselmaju.com)
Spread the love

KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Lebih dari 700 kepala desa atau pambakal se-Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menggelar silaturahmi daerah di Hotel Grand Maya Km 21 Banjarbaru, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini membahas berbagai persoalan desa, mulai dari pemanfaatan bantuan hukum hingga kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Yang menarik, seluruh rangkaian acara digelar secara swadaya. Para kepala desa secara sukarela mengumpulkan dana untuk menyelenggarakan pertemuan sekaligus berbuka puasa bersama.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi semangat para pambakal yang tetap solid berkoordinasi tanpa dukungan anggaran pemerintah.

“Forum seperti ini penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah desa. Selain itu, forum ini menjadi ruang diskusi atas berbagai persoalan di lapangan,” ujarnya.

Muhidin mendorong para pambakal memanfaatkan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang kini telah tersedia di desa dan kelurahan se-Kalsel. Layanan tersebut, kata dia, telah membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan hukum.

Ia juga mengusulkan agar perguruan tinggi berprogam studi hukum dapat menempatkan mahasiswanya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa. Tujuannya, untuk memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.

Selain isu hukum, pertemuan ini juga menyoroti kesiapan desa menghadapi musim kemarau. Para kepala desa diminta aktif mengingatkan warganya agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu karena tindakan ini berpotensi memicu karhutla dan berujung pada konsekuensi hukum.

Ketua APDESI Kalsel, Akhmad Riqjali Nasution, menyebut kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antarpambakal. Kegiatan ini juga menjadi forum bertukar pengalaman dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Kolaborasi antara kepala desa dan pemerintah daerah sangat penting agar program pembangunan dapat berjalan efektif hingga tingkat desa,” ucap Nasution, yang juga menjabat sebagai Pambakal Pasar Lama.

Visited 1 times, 1 visit(s) today