KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin akan menyulap kawasan Siring RK Ilir menjadi destinasi wisata kuliner baru. Kawasan ini digadang-gadang menjadi “Muara Angke”-nya Banjarmasin.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengungkapkan kawasan yang berada tepat di seberang sungai dari Balai Kota Banjarmasin itu memiliki potensi besar.
Selain berdekatan pelabuhan ikan, kawasan tersebut juga lengkap dengan fasilitas lapangan tenis. Oleh karena itu, sangat strategis untuk menggabungkan konsep olahraga dan wisata kuliner.
“Sebagaimana arahan pimpinan untuk memperbanyak spot olahraga dan wisata, Siring RK Ilir kita pilih untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi unggulan,” ujar Ibnu, Senin (16/2/2026).
Ibnu Sabil menjelaskan konsepnya pun terbilang menarik. Pengunjung nantinya bisa memilih langsung ikan segar dari pelabuhan, kemudian masak di tempat. Ia menyebut mirip dengan wisata kuliner di kawasan Muara Angke, meski dalam skala yang lebih kecil.
“Wisatawan bisa memilih ikan segar dan langsung dimasakkan. Ini yang akan menjadi daya tariknya,” katanya.
Tak hanya menyasar wisatawan, lokasi yang berdekatan dengan RSUD Sultan Suriansyah juga akan menjadi nilai tambah tersendiri.
Keluarga pasien maupun pengunjung rumah sakit dapat memanfaatkan kawasan tersebut untuk bersantai sekaligus menikmati hidangan laut segar.
“Setidaknya keluarga pasien bisa santai di sana sambil menikmati makanan. Ini juga mempermudah mereka mencari makan,” kata dia.
Pengembangan kawasan ini juga didukung dengan telah dipindahkannya tongkang eks rumah makan yang sebelumnya berada di area tersebut. Dengan demikian, ruang penataan menjadi lebih terbuka dan representatif.
Meski demikian, lanjutnya persoalan kebersihan menjadi perhatian serius. Di sekitar lokasi terdapat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang masih aktif beroperasi. Dinas meminta dukungan SKPD terkait serta masyarakat untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.
“Kami tidak ingin ada sampah menumpuk yang membuat pengunjung tidak nyaman. Program Surung Sintak harus berjalan maksimal,” tegas Ibnu.
Untuk merealisasikan proyek ini, tambahnya pihaknya akan menggandeng pihak swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) akan terlibat dalam penyusunan proposal sekaligus pengelolaan kawasan.
Targetnya, pengembangan wisata kuliner Siring RK Ilir mulai berjalan pada 2026. Pemerintah optimistis, jika tertata baik, kawasan ini tak hanya menjadi pusat kuliner baru, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, pengembangan ini memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota wisata berbasis sungai.
“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa jalan,” pungkasnya.





