Disentil Presiden, Wali Kota Banjarmasin Siap Tertibkan Kabel Semrawut dan Baliho Liar

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait semrawutnya kabel utilitas dan maraknya baliho di median jalan langsung dapat respons Wali Kota Banjarmasin HM Yamin.

Ia menegaskan pihaknya siap melakukan penataan guna mengembalikan estetika dan keindahan kota.

Menurut Yamin, selama ini Pemerintah Kota Banjarmasin telah memiliki aturan yang melarang pemasangan baliho di median jalan. Namun ke depan, penertiban akan lebih tegas, terutama terhadap baliho yang tidak mengantongi izin.

“Sebenarnya kita sudah melaksanakan peraturan, salah satunya tidak memperbolehkan pemasangan baliho di median jalan. Ke depan, kita akan terus melakukan penertiban, khususnya terhadap baliho yang tidak berizin,” ujar Yamin, Kamis (5/2/2026).

Selain penertiban, Pemkot Banjarmasin juga berencana mengubah konsep media reklame di wilayah kota. Baliho konvensional akan mengarah ke media reklame digital atau videotron yang lebih tertata dan mendukung estetika kota.

“Kita ingin mengonsep Banjarmasin sebagai kota yang indah. Nantinya reklame akan kita arahkan ke baliho digital seperti videotron,” katanya.

Terkait penataan kabel utilitas milik penyedia layanan telekomunikasi yang makin semrawut, Yamin mengatakan pemerintah kota sebelumnya telah merencanakan pembangunan ducting atau jalur khusus kabel.

Namun, kondisi geografis Banjarmasin sebagai kota rawa dan berada di bawah permukaan air menjadi tantangan tersendiri.

“Banjarmasin ini kota rawa dan berada di bawah permukaan air, jadi penataan kabel harus benar-benar dikaji matang agar bisa dilakukan dengan baik,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Banjarmasin memastikan penataan tetap menertibkan secara bertahap dan berfokus pada kawasan prioritas, dengan tetap mengacu pada aturan dan regulasi yang berlaku.

Sebelumnya, pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto sempat viral setelah menyoroti kondisi kabel provider dan baliho di median jalan Kota Banjarmasin yang dinilai mengurangi keasrian dan estetika kota. 

Visited 1 times, 1 visit(s) today