KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – DPRD memanggil Bagian Umum sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin. Perihal pengadaan mobil dinas listrik untuk keperluan Camat dan dan kepala dinas yang jadi sorotan publik, Rabu (18/02/2026).
Dalam rapat, jajaran legislatif di Komisi I dan II mencecar perwakilan Bagian Umum, yang berdalih pengadaan kendaraan itu merupakan upaya efisiensi dari Pemkot Banjarmasin.
Pada kesempatan itu hadir Kasubbag Rumah Tangga dan Perlengkapan Ahmad Zazuli bersama jajaran.
Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Aliansyah menilai, apapun alasannya, momentum realisasi pengadaan mobil pejabat itu di saat yang tidak tepat.
“Efisiensi yang mana dulu sewa dengan hitung hitungan, serta adanya inpres. Walaupun itu ada Inpres tapi momennya tidak pas. Bonus atlet dikurangi kan,” ujarnya.
DPRD Tidak tahu Pembelian Mobil Listrik
Aliansyah mengaku terkejut lantaran pemko tiba-tiba melakukan pembelian barang tanpa sepengetahuan DPRD. Karena saat pembahasan anggaran sebelumnya tidak ada untuk pembelian mobil melainkan sewa.
“Penyampaian sebelumnya adalah sewa, makanya kami agak terkejut juga. Ini akan jadi catatan kami. Kalo hendak beli sampaikan ke kami,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubbag Rumah Tangga Setdako Banjarmasin Ahmad Zazuli berdalih, bahwa pengadaan mobil listrik bagi para pejabat Pemko sudah berlandaskan efisiensi.
Jika sebelumnya Pemko menyewa transportasi Kadis dan Camat senila Rp 7,1 miliar setiap tahun. Kini pembelian 21 unit mobil listrik hanya senilai Rp 5,2 miliar, dan menjadi aset daerah.
“Kalo kita melaksanakan sewa itu Rp7,1 M. Kalo pengadaan mobil listrik Rp 5,2 M tahun pertama, berikutnya tidak lagi. Tapi kalo sewa tiap tahun sama angkanya,” ujar Zazuli kepada wartawan.
Pada tahun selanjutnya pihaknya kembali akan menganggarkan biaya pajak dan spare part mobil listrik.
Sementara itu, Zazuli menyampaikan masih akan melihat postur anggaran pemko untuk rencana penambahan 15 unit mobil listrik bagi Kepala SKPD yang belum kebagian. Serta membuka opsi pemanfaatan mobil dinas yang lama.
“Kalo sisanya ini mungkin kita, kalo PAD kita masih labil. Jadi mungkin kita akan cek mobil dinas yang kemarin ditarik, mana yang masih layak pakai,” pungkasnya.





