KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Rumah Potong Unggas (RPU) Modern yang berlokasi di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih, Jalan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kembali gagal beroperasi sesuai target. Fasilitas yang rencananya akan beroperasi pada 2025 itu hingga kini masih belum berfungsi.
Padahal, pembangunan RPU modern tersebut telah rampung sejak akhir 2023. Fasilitas ini rencananya bakal mampu memotong ribuan ekor unggas per jam. Serta menjadi solusi pemotongan unggas yang higienis bagi masyarakat dan pelaku usaha perunggasan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, mengakui masih terdapat sejumlah persyaratan dan sarana pendukung yang belum terpenuhi sehingga RPU belum dapat beroperasi.
“Masih ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi pada 2026 ini, salah satunya pembangunan sarana pemisahan limbah berupa rumah bulu dan rumah darah dari hasil pemotongan unggas,” ujar Yuliansyah, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan limbah hasil pemotongan unggas menjadi tantangan utama. DKP3 berencana menggandeng Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Domestik (Perumda PALD) karena pengelolaan limbah secara mandiri membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Pengelolaan limbah tidak bisa sembarangan. Jika sendiri, biayanya cukup besar, sehingga kami berencana bekerja sama dengan Perumda PALD,” jelasnya.
Selain persoalan limbah, DKP3 juga masih membutuhkan sarana pendukung lain berupa genset. Keberadaan genset dinilai penting untuk memastikan operasional RPU tetap berjalan saat terjadi pemadaman listrik.
“Pengoperasian RPU modern membutuhkan pasokan listrik yang stabil. Karena itu, genset harus tersedia untuk mengantisipasi pemadaman listrik mendadak saat proses pemotongan unggas berlangsung,” tambahnya.
Meski kembali molor dari target, Yuliansyah memastikan RPU modern tersebut targetnya mulai beroperasi pada 2026. Untuk mencegah kerusakan, pihaknya mengklaim rutin melakukan perawatan, pembersihan, serta uji coba mesin sebanyak dua kali dalam sebulan.
“Insyaallah tahun ini bisa dioperasikan, asalkan seluruh sarana dan prasarana pendukung sudah lengkap,” pungkasnya.





