Putus Sekolah dan Mengemis di Lampu Merah, Remaja 16 Tahun di Banjarmasin Dapat Atensi Serius Dinsos

oleh
oleh

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Kerasnya tekanan ekonomi memaksa Muhammad Rizki (16), remaja di Kota Banjarmasin, putus sekolah. Dia mengemis di perempatan lampu merah demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Ayah Rizki bekerja sebagai pengamen jalanan dengan penghasilan tidak menentu, sementara kondisi ekonomi keluarga kian memburuk. Situasi tersebut membuat Rizki terpaksa menghentikan pendidikannya dan ikut turun ke jalan.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengatakan pihaknya telah turun langsung meninjau kondisi keluarga Rizki.

“Saat kami kunjungi rumahnya, kondisinya sangat memprihatinkan. Rumah tidak layak huni, banyak bagian bangunan yang sudah lapuk,” ujar Nuryadi.

Dari hasil pendataan, keluarga Rizki sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, saat ini mereka tidak lagi terdata sebagai penerima. Hal itu berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, termasuk keberlanjutan pendidikan anak.

“Kondisi ekonomi yang semakin sulit inilah yang membuat anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah,” jelasnya.

Ia putus sekolah saat duduk di kelas II SMP. Bahkan, Rizki tidak bisa mengambil ijazah SD karena keterbatasan biaya.

“Saat kami telusuri, Rizki putus sekolah di kelas dua SMP. Ijazah SD-nya belum sempat diambil karena kendala biaya,” ungkap Nuryadi.

Sebagai tindak lanjut, dinas melakukan pendataan ulang. Mereka mengusulkan keluarga Rizki kembali masuk dalam program bantuan sosial, termasuk PKH dan bantuan lainnya. Selain itu, pihaknya juga melakukan pendampingan pengurusan ijazah serta akses pendidikan lanjutan.

“Kami sedang berkoordinasi untuk menyekolahkan Rizki ke Sekolah Rakyat atau melalui pendidikan kesetaraan. Ini seperti Paket A atau Paket B, sesuai usia dan kemampuan anak,” katanya.

Nuryadi menegaskan, Dinsos akan terus melakukan pendampingan agar Rizki dapat kembali mengenyam pendidikan dan tidak kembali ke jalan.

“Ini bagian dari upaya memastikan setiap anak di Kota Banjarmasin mendapatkan hak pendidikan yang layak,” pungkasnya. 

Visited 1 times, 1 visit(s) today