KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Jhonlin Group menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Jhonlin Group Solidarity for Humanity. Ini sebagai bentuk komitmen sosial dan respons cepat perusahaan terhadap bencana banjir.
Penyaluran bantuan berlangsung pada Selasa (13/1), kepada warga di lima kecamatan terdampak. Yakni, Kecamatan Sungai Tabuk, Martapura Barat, Martapura, Astambul, dan Martapura Timur.
Manajemen Jhonlin Group menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Melalui Jhonlin Group Solidarity for Humanity, kami berupaya membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir. Kami juga mendukung percepatan pemulihan pascabencana,” ujar Direktur PT Dua Samudera Perkasa sekaligus Koordinator Emergency Response Team Jhonlin Group, Efgar Welmar Santos.
Salah seorang warga Desa Sungai Rangas, Kecamatan Martapura Barat, Syarkani (60), mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang ia terima. Menurutnya, banjir telah berlangsung hampir satu bulan sehingga aktivitas warga lumpuh total.
“Banjir sudah satu bulan, kami tidak bisa beraktivitas. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, setidaknya untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca sambil menunjukkan uang bantuan yang diterimanya.
Dalam proses penyaluran, Jhonlin Group berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Selatan serta pemerintah daerah setempat. Ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.
Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani, mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Ini mengenai bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, termasuk bantuan dari Jhonlin Group.
“Ini sangat berarti untuk mengurangi beban dan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.
Kabupaten Banjar tercatat sebagai salah satu wilayah terdampak banjir terparah di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data sementara, banjir merendam sembilan kecamatan dan 119 desa. Jumlah warga terdampak mencapai 48.453 kepala keluarga atau sekitar 140.596 jiwa.





