KALSELMAJU.COM, MARTAPURA – Puncak Gunung Pamaton di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam kini sudah dapat diakses menggunakan kendaraan bermotor. Menyusul rampungnya pembangunan jalan beraspal oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan rampung.
Dengan bukanya akses tersebut, masyarakat tidak lagi harus berjalan kaki untuk mencapai puncak Gunung Pamaton. Selanjutnya, mereka dapat menikmati panorama alam dari kawasan itu.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fatimatuzzahra, mengatakan meski akses jalan telah selesai, masih terdapat sejumlah fasilitas penunjang yang sedang dalam tahap penyelesaian.
“Masih finishing untuk pintu gerbang dan pos jaga,” ujar Aya sapaan Fatimatuzzahra.
Setelah fasilitas tersebut rampung, pihaknya akan meminta arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, terkait penamaan resmi destinasi wisata Puncak Pamaton.
Selain itu, peresmian Puncak Pamaton juga rencananya akan berbarengan dengan kegiatan tertentu, seperti event olahraga atau aktivitas wisata. Konsepnya masih menunggu Gubernur Kalsel.
Aya menyebut, keberadaan Puncak Pamaton harapannya dapat menjadi destinasi wisata baru di Kalimantan Selatan. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Tahura Sultan Adam.
Dinas Kehutanan Kalsel juga mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung berupa pesanggerahan. Fasilitas ini akan menjadi titik pandang untuk menikmati panorama 360 derajat dari puncak Gunung Pamaton.
“Fasilitas ini dirancang sebagai lokasi untuk menikmati pemandangan dari seluruh arah,” katanya.
Selain itu, kawasan Puncak Pamaton juga berpotensi menjadi area camping ground. Namun, penempatannya akan fokus di sekitar puncak karena keterbatasan lahan.
Sementara dari sisi pendapatan daerah, Tahura Sultan Adam telah membukukan pendapatan sebesar Rp1,4 miliar hingga 25 Januari 2026.
“Target kami tahun ini sebesar Rp12 miliar dan diharapkan bisa mencapai Rp15 miliar,” pungkas Aya. (MAKIN TAHU INDONESIA)





