KALSELMAJU.COM, BALANGAN – Anak-anak penyintas banjir bandang di Desa Gunung Batu, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, menyambut kehadiran Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Komunitas Sayangi Sesama (KS2) Tabalong, Sabtu (24/1/2026).
Kedatangan relawan Lazismu dan KS2 tersebut mendampingi para ibu yang hingga kini masih mengalami trauma pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Rombongan Lazismu dipimpin Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tabalong, DR Wahyu Wibowo, bersama Ketua KS2 Tabalong, Erlina Effendi Ilas. Dalam kunjungan itu, mereka menyerahkan berbagai paket bantuan, terutama perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
Bantuan yang mereka bagi meliputi tas sekolah, buku, serta alat tulis. Selain itu, Lazismu juga memberikan kebutuhan dasar lainnya seperti perlengkapan mandi dan cuci, popok, hingga perlengkapan khusus kebutuhan perempuan.
Ketua Majelis Tabligh PDM Tabalong, Ustadz Nur Huda, S.Ag, berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban, khususnya anak-anak dan ibu-ibu.
“Semoga apa yang diberikan Lazismu bisa menghibur dan membantu meringankan beban pascabencana. Tidak ada kejadian tanpa hikmah yang Allah SWT sertakan di dalamnya,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, KS2 Tabalong juga menyerahkan bantuan berupa Alquran, Alquran terjemahan, serta ratusan nasi bungkus kepada warga terdampak.
Ketua KS2 Tabalong, Erlina Effendi Ilas, mengatakan kunjungan ini bukan yang pertama. Sejak awal bencana, KS2 telah terlibat langsung dalam penanganan korban dengan menggandeng berbagai pihak.
“Pada saat bencana terjadi kami hadir bersama BPBD Tabalong. Kali ini kami hadir bersama Lazismu untuk melanjutkan kepedulian kepada para penyintas,” jelasnya.
Erlina menambahkan, berdasarkan hasil kunjungan sebelumnya, masih banyak ibu-ibu yang mengalami trauma akibat banjir bandang. Ke depan, KS2 berencana kembali hadir dengan melibatkan terapis profesional.
“Insya Allah kami akan mengajak para terapis profesional untuk membantu ibu-ibu melepaskan trauma yang mereka alami,” pungkasnya.





