KALSELMAJU.COM, PARINGIN – UPTD Puskesmas Tanah Habang meluncurkan inovasi layanan kesehatan bertajuk PERGIKESINI (Pemeriksaan Gizi pada Anak Usia Dini). Tujuannya adalah untuk meningkatkan cakupan serta kualitas pemeriksaan kesehatan anak dan balita di wilayah kerjanya.
Program ini menyasar pemeriksaan gizi, kesehatan gigi, serta pemantauan tumbuh kembang anak usia dini. Layanan ini menggunakan sistem terpadu berbasis jemput bola. Termasuk juga pelaksanaan pemeriksaan di lingkungan sekolah.
Inovasi PERGIKESINI sebagai respons atas masih tingginya risiko stunting dan gangguan perkembangan anak yang kerap terlambat terdeteksi. Hal ini terjadi akibat keterbatasan akses layanan dan rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemeriksaan rutin.
Kepala UPTD Puskesmas Tanah Habang, Gusti Rahmiati, menjelaskan PERGIKESINI bukan sekadar nama program. Ia juga mengatakan bahwa inovasi ini merupakan konsep layanan kesehatan anak yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Melalui PERGIKESINI, kami melakukan pendekatan jemput bola agar tidak ada anak yang terlewat dari pemantauan kesehatan. Alur layanan kami sederhanakan supaya orang tua merasa nyaman dan rutin memeriksakan anaknya,” ujar Gusti Rahmiati, Kamis (15/1/2026).
Program ini meliputi pemeriksaan menyeluruh, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Selanjutnya, program juga mencakup edukasi gizi dan pola asuh kepada orang tua.
Menurut Gusti, PERGIKESINI memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pemeriksaan rutin. Di antaranya adalah sistem pelaporan terpadu berbasis digital untuk pemantauan jangka panjang. Selain itu, ada edukasi interaktif terkait Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Tidak hanya itu, terdapat kolaborasi lintas sektor dengan kader posyandu dan tokoh masyarakat.
“Data anak dapat dipantau secara berkelanjutan, sehingga jika ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan, intervensi bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Melalui inovasi ini, Puskesmas Tanah Habang menargetkan penurunan angka stunting sekaligus peningkatan kualitas kesehatan anak usia dini. Hal ini dianggap sebagai investasi jangka panjang sumber daya manusia.
Program PERGIKESINI juga diharapkan dapat menjadi model layanan kesehatan anak yang inovatif dan tepat sasaran bagi fasilitas kesehatan lainnya.
Masyarakat menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Salah satu orang tua balita, Siti Aminah, mengaku merasa terbantu dengan layanan yang lebih komprehensif.
“Pemeriksaannya sekarang lebih detail. Kami jadi tahu perkembangan anak sudah sesuai usia atau belum, dan apa yang harus dilakukan jika ada kekurangan,” ujarnya.





