KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi dijadwalkan akan berlangsung pada 14 Februari 2026. Acara ini bertepatan dengan 26–27 Syaban 1447 Hijriah.
Menjelang pelaksanaan, mulai mematangkan berbagai persiapan secara intensif. Antara lain mengantisipasi lonjakan jumlah jamaah yang perkiraannya mencapai lebih dari 1 juta orang.
Ketua Panitia Pelaksana Tabarruk (Majta), Muhammad Nidauddin, menyampaikan bahwa kesiapan panitia saat ini telah berada pada tahap akhir. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, kesiapan teknis disebut telah mencapai 60 persen lebih.
“Alhamdulillah, kesiapan panitia sudah di angka 60 persen lebih. Tinggal penyempurnaan di beberapa sektor teknis,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa sejumlah aspek krusial menjadi fokus pembahasan. Mulai dari penyediaan kantong parkir jamaah, pengaturan lalu lintas, penerangan kawasan acara, hingga konsumsi.
Seluruhnya vital, mengingat besarnya jumlah jamaah yang perkiraannya akan hadir, baik dari dalam maupun luar daerah.
Sebagai langkah konkret, panitia telah menyiapkan sembilan posko layanan serta satu posko khusus penyediaan air.
Penempatan posko-posko tersebut berada di titik-titik strategis untuk membantu memenuhi kebutuhan jamaah selama pelaksanaan haul.
“Jika berkaca dari haul tahun sebelumnya dan diperkuat dengan sinyal pemantauan dari Diskominfotik, jamaah yang datang diperkirakan bisa lebih dari satu juta orang,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam mendukung penuh pelaksanaan Haul Guru Zuhdi. Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.
“Sesuai komitmen Pak Wali Kota, Pemkot Banjarmasin akan mendukung penuh pelaksanaan haul ini, mulai dari sektor kesehatan, keamanan, pengaturan lalu lintas, hingga penyediaan fasilitas pendukung lainnya,” kata Ikhsan.
Ikhsan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi. Ini merupakan tahap awal untuk memetakan kebutuhan panitia dan menyelaraskannya dengan kewenangan masing-masing instansi terkait.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan pihak pendukung lainnya dapat terbangun secara maksimal.
“Dari hasil pemetaan ini, kita akan kembali berkoordinasi pada rapat selanjutnya. Kita akan melihat sejauh mana kesiapan dan pemenuhan kebutuhan bisa terbaca secara menyeluruh,” pungkasnya.





