KALSELMAJU.COM, PELAIHARI – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanahlaut mencatat capaian signifikan dalam upaya pemberantasan narkoba sepanjang tahun 2025. Hingga penghujung tahun, BNNK Tanahlaut berhasil menangani 23 perkara narkotika, melampaui target awal sebanyak 10 kasus.
Capaian tersebut disampaikan Kepala BNNK Tanahlaut, Ferey Hidayat, dalam konferensi pers akhir tahun di Aula BNNK Tanahlaut, Selasa (23/12/2025).
Dari total 23 perkara, BNNK Tanahlaut mengedepankan pendekatan pemulihan. Sebanyak 18 orang menjalani rehabilitasi, sementara lima orang lainnya harus berpeoses secara hukum.
Menurut Ferey, capaian ini mereka raih di tengah tantangan luasnya wilayah kerja BNNK Tanahlaut yang mencakup tiga kabupaten, yakni Tanahlaut, Tanahbumbu, dan Kotabaru, dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa.
“Wilayah kerja kami sangat luas dan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan,” ujarnya.
Dalam menentukan penanganan terhadap para penyalahguna, BNNK Tanahlaut mengandalkan Tim Asesmen Terpadu (TAT). Melalui mekanisme analisis tingkat ketergantungan seseorang secara komprehensif, sebelum sebelum keputusan apakah yang bersangkutan layak layak menjalani rehabilitasi atau proses pidana.
Sepanjang 2025, tercatat 36 klien telah mengakses layanan rehabilitasi rawat jalan dengan total 288 kali pertemuan. Selain itu, program pascarehabilitasi juga menjangkau 20 orang melalui pengawasan agen pemulihan dan skrining lapangan secara intensif.
Di sektor pencegahan, BNNK Tanahlaut melakukan edukasi masif kepada lebih dari 6.200 orang dari berbagai kalangan serta melaksanakan tes urine terhadap 2.441 orang.
Meski Indeks Kemandirian Partisipasi Masyarakat menunjukkan hasil yang sangat baik, Ferey menyoroti pentingnya penguatan ketahanan mental generasi muda.
“Ketahanan mental anak dan remaja masih menjadi perhatian serius yang terus kami perkuat, meskipun edukasi dan pelatihan sudah berjalan,” katanya.
Kabar baik juga datang dari sektor infrastruktur layanan kesehatan. Pembangunan pusat rehabilitasi rawat inap pertama di Kalimantan Selatan, hasil sinergi BNNK Tanahlaut dan pemerintah daerah, telah mencapai progres 97 persen dan tergetnya mulai beroperasi pada tahun 2026.
Ke depan, program Ananda Bersinar akan terus diperluas ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren. BNNK Tanahlaut juga tengah mematangkan rencana tes urine bagi pelajar sebagai langkah deteksi dini di lingkungan pendidikan.
“Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegas Ferey.





