KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 717 calon jamaah haji asal Kota Banjarmasin berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Setelah melalui masa tunggu panjang yang dalam sejumlah kasus mencapai puluhan tahun.
Suasana haru dan penuh syukur mewarnai prosesi pelepasan sekaligus salat hajat di Masjid Jami, Sungai Jingah, Kamis (16/4).
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana, mengatakan panjangnya antrean haji menjadi cerminan tingginya minat masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Dari total kuota sekitar 720 orang, sebanyak 717 jamaah akan berangkat. Sementara itu, dua calon jamaah meninggal dunia dan satu lainnya batal berangkat karena sakit.
“Kesempatan ini adalah nikmat luar biasa. Banyak yang sudah mendaftar, namun belum tentu bisa berangkat,” ujar Dolly.
Ia menambahkan, usia jamaah tahun ini bervariasi, mulai dari 17 hingga 85 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesempatan berhaji tidak terbatas pada usia, melainkan bergantung pada panggilan dan kesiapan masing-masing.
Dolly juga mengingatkan jamaah untuk menjaga niat, memperkuat kesabaran, serta menjunjung kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Jaga sikap, saling membantu, dan tunjukkan bahwa jamaah haji Banjarmasin memiliki akhlak yang baik,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani, menyebutkan bahwa jamaah terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter).
Sebagian kloter diisi penuh oleh jamaah asal Banjarmasin, sementara lainnya bergabung dengan jamaah dari kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah.
“Yang terpenting, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali dalam keadaan sehat, serta menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.





