APBD Disesuaikan, Target Perbaikan SD–SMP di Banjarmasin Berkurang

oleh
oleh
Wali Kota Banjarmasin Sidak Sejumlah Sekolah Rusak, Masih Ada Fasilitas Memprihatinkan. (Foto: Arum/ KalselMaju.com)

KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Rencana perbaikan total sekolah tingkat SD dan SMP di setiap kecamatan di Kota Banjarmasin pada tahun 2026 belum dapat terealisasi sepenuhnya. 

Penyesuaian anggaran membuat program yang sebelumnya menargetkan 10 sekolah harus dilakukan secara bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengungkapkan bahwa awalnya pemerintah menargetkan satu SD dan satu SMP di setiap kecamatan mendapat rehabilitask total. Namun, hasil evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat target tersebut berkurang

“Target awalnya 10 sekolah, masing-masing satu SD dan satu SMP di setiap kecamatan. Tapi rencana itu berubah menjadi dua sekolah terlebih dahulu. Kita masih menunggu hasil evaluasi APBD dan akan menyesuaikan kembali,” ujar Ryan, Minggu (14/12/2025).

Rp 10 Miliar untuk Rehab Dua Sekolah

Untuk tahap awal, perbaikan total dua sekolah akan menelan anggaran sekitar Rp10 miliar. Namun, besaran anggaran dan perencanaan teknisnya masih akan dimatangkan.

Ryan menjelaskan, program rehabilitasi total ini juga berbarengan dengan kebijakan penggabungan atau regrouping sekolah. Langkah ini sebagai solusi atas sekolah-sekolah yang kekurangan murid saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), sekaligus untuk menghapus stigma sekolah favorit dan non-favorit.

“Selama ini konsentrasi masyarakat masih tertuju pada sekolah-sekolah tertentu. Melalui peningkatan infrastruktur dan regrouping, kita ingin pemerataan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Salah satu sekolah yang menjadi target perbaikan total adalah SDN Pengambangan 8 Banjarmasin. Sekolah ini memiliki lahan yang cukup luas untuk menampung hasil penggabungan dari SDN Pengambangan 9 dan SDN Pengambangan 10.

Menurut Ryan, SDN Pengambangan 9 terdampak karena lahannya merupakan milik TNI dan berpotensi terdampak program NUFReP ke depan. 

Sementara SDN Pengambangan 10 kondisinya sudah rusak parah, jumlah muridnya sedikit, serta lokasinya berdekatan dengan SDN Pengambangan 8.

“Jadi tiga sekolah ini nantinya akan kita regrouping ke SDN Pengambangan 8,” tuturnya.

Sebelum pelaksanaan, pihaknya memastikan sosialisasi rencana regrouping terlebih dahulu kepada orang tua siswa agar mendapat dukungan penuh.

Sementara itu, Ryan menegaskan perbaikan sekolah rusak dengan kategori ringan dan lokal tetap berjalan. Ke depan, konsep pembangunan sekolah juga akan ada penyeragaman.

“Desain sekolah nantinya saling terhubung dan seragam, tidak ada lagi perbedaan mencolok antar sekolah,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today