KALSELMAJU.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya sikap humanis bagi jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pendekatan ramah dan bersahabat menjadi kunci membangun kepercayaan publik sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini melekat.
“Dengan pendekatan yang lebih humanis, citra Satpol PP akan semakin positif di mata masyarakat, sehingga dukungan publik terhadap tugas mereka juga semakin kuat,” ujar Tito saat memberikan pengarahan pada Rapat Penguatan Kapasitas Satuan Polisi Pamong Praja terkait penegakan Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Kepala Daerah (Perkada), Gerakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB), pengelolaan sampah, serta peran Satlinmas, yang digelar secara virtual dari Jakarta, Kamis (18/9).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mendukung arahan Mendagri tersebut. Ia menilai langkah Tito tepat untuk meninggalkan pola represif yang kerap menimbulkan ketegangan antara aparat dan masyarakat.
“Satpol PP harus mengedepankan pendekatan humanis. Mereka tidak boleh lagi mengutamakan tindakan represif dalam penertiban. Satpol PP harus menjadi sahabat masyarakat di daerah,” kata Iwan, Sabtu (20/9).
Iwan menambahkan, arahan Mendagri ini juga menjadi strategi moderat untuk mencairkan hubungan antara aparat dan masyarakat pasca demonstrasi pada Agustus lalu. Menurutnya, sikap humanis aparat penegak perda ini akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga ketertiban dengan cara yang lebih bersahabat.
“Strateginya memang harus begitu, agar Satpol PP lebih dekat dengan masyarakat. Namun mereka juga tetap perlu tegas dan terukur dalam menegakkan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Jangan sampai Satpol PP terkesan keras kepada masyarakat, tapi lembek terhadap ASN,” tegasnya.





