KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Penguatan pendidikan inklusi dan pembelajaran berbasis kearifan lokal menjadi dua isu yang mendapat perhatian dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (KKKSD) Kota Banjarbaru di SD Al-Halaby Islamic School, Senin (20/7/2026).
Rapat yang diikuti 94 kepala sekolah dasar dari sekolah negeri, swasta, hingga Sekolah Rakyat itu menjadi forum untuk menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dasar di Kota Banjarbaru.
Selain mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Para peserta juga membahas implementasi pendidikan inklusi, penguatan pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta berbagai persoalan yang ada sekolah.
Kegiatan dengan konsep silaturahmi dan diskusi santai agar para kepala sekolah dapat menyampaikan masukan dan pengalaman secara terbuka. Forum tersebut harapannya mampu menghasilkan solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang muncul di tingkat pendidikan dasar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Abdul Basid, mengapresiasi dedikasi para kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Kontribusi para pendidik menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Banjarbaru. Khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus berkarakter.
“Terima kasih atas sumbangsih, dedikasi, pemikiran, dan inovasi selama ini dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi akademik. Tetapi juga pembentukan karakter peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral.
Pemerintah Kota Banjarbaru juga mendorong KKKSD agar berkembang menjadi wadah kolaborasi yang lebih produktif, tidak sekadar forum koordinasi rutin. Melalui komunikasi yang kuat antar-sekolah, berbagai praktik baik bisa memunculkan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan dasar.
Berdasarkan data KKKSD Kota Banjarbaru, forum tersebut beranggotakan 94 kepala sekolah yang terdiri atas 68 kepala SD negeri, 24 kepala SD swasta, dan dua kepala Sekolah Rakyat. Dengan komposisi tersebut, KKKSD harapannya mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan dasar secara merata di Banjarbaru.





