KALSELMAJU.COM, BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan kini mempunyai dua bandar udara Internasional. Yakni Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Bersujud Batulicin. Sebelumnya Bandara Syamsudin Noor kembali menyandang status internasional pada 4 Juni 2025.
Kemudian, juga ada bandar udara Bersujud Batulicin di Kabupaten Tanahbumbu yang mendapatkan predikat internasional pertengahan Agustus 2025.
Penetapan status internasional tersebut menyusul keluarnya Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 38 Tahun 2025 tentang penggunaan bandar udara yang dapat melayani penerbangan langsung dari dan/atau ke luar negeri.
Dengan memiliki dua bandar udara bertaraf interrnasional, maka akan membuka peluang investasi. Termasuk ekspor dan impor.
“Tentu kita sangat bersyukur,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, Fitri Hernadi, di Banjarbaru, Rabu (20/8).
Meski sudah berstatus internasional. Bandara Bersujud Batulicin ini mesti melengkapi berbagai persyaratan sebagai bandar udara internasional.
Persyaratan tersebut harus terpenuhi dalam waktu 6 bulan kedepan. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan status Bandara Bersujud sebagai bandara Internasional.
Lalu kemana saja rute penerbangan internasional landasan udara ini? Fitri menjawab belum tahu.
“Memang selama ini sudah ada penerbangan internasional. Tapi sifatnya non reguler. Secara pribadi atau carteran. Dengan adanya status baru ini, maka nanti pemkab setempat akan mengupayakan penerbangan internasional yang reguler dari bandara tersebut,” tutur Fitri.
Terpisah, Bupati Tanahbumbu, Andi Rudi Latif menyambut baik penetapan bandar udara Bersujud sebagai bandar udara internasional.
“Tentu ini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujar Bang Arul sapaan akrab Andi Rudi Latif.
Penetapan status bandara internasional ini membawa berbagai manfaat strategis, seperti sektor ekonomi, mempermudah akses wisatawan dan pebisnis sehingga meningkatkan investasi asing dan domestik karena kemudahan akses tersebut.
Manfaat lainnya yaitu, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan dan jasa serta dapat menyerap tenaga kerja lokal melalui pengembangan kawasan sekitar bandara.





