KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata melanjutkan komitmennya. Mereka membina dan memberdayakan generasi muda dengan meluncurkan program baru bernama Sentra Pengembangan Potensi Pemuda (Sepada).
Ini merupakan kelanjutan dari Sentra Pemberdayaan Pemuda (SP2), inisiatif Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan. Program ini telah berakhir pada Agustus 2025 lalu.
Kini, melalui aksi perubahan dan penyempurnaan konsep, Pemko Banjarmasin mengambil alih tongkat estafet pembinaan tersebut dengan format yang lebih terfokus dan berkelanjutan.
“Seiring dengan peluncuran program Sepada ini, kami juga mencanangkan Kampung Pemuda. Program ini terdiri dari sebuah sekretariat dan 15 pemuda terpilih sebagai anggota,” ujar Kepala Bidang Kepemudaan di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Muhammad Syarief, Kamis (28/8/2025).
Kampung Pemuda pertama berada di kawasan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Kawasan ini memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi dan potensi pemuda yang besar.
Namun, Syarief menegaskan, target ke depan adalah menghadirkan Kampung Pemuda di setiap kecamatan di Banjarmasin.
“Kalau di Banjarmasin Selatan berhasil berjalan, insya Allah wilayah lain bisa menyusul,” tegasnya optimistis.
Dalam program Sepada ini, ada beragam kegiatan. Kegiatannya berupa pelatihan keterampilan, workshop, diskusi kelompok terarah (FGD) hingga pembinaan kepemimpinan. Semua ini melibatkan langsung para pemuda setempat.
Tujuannya adalah untuk menciptakan pemuda yang tidak hanya aktif dan produktif, tetapi juga memiliki karakter dan daya saing tinggi.
“Ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Yamin – Ananda. Tujuannya untuk menciptakan generasi muda yang maju, sehat, berkarakter, dan beriman,” tambah Syarief.
Meski sebelumnya program ini belum memiliki alokasi anggaran resmi, ia menambahkan Pemerintah Kota memastikan ke depannya Sepada akan mendapat anggaran khusus. Hal ini agar pelaksanaannya bisa berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.





