KALSELMAJU.COM, BANJARMASIN – Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin periode masa jabatan 2025 – 2029 mengumumkan tujuh nama kandidat.
Nama calon rektor yang lulus verifikasi administrasi, seluruhnya merupakan figur guru besar, baik dari internal maupun eksternal kampus UIN Antasari.
Dua orang kandidat merupakan figur dari eksternal kampus UIN Antasari adalah: Prof. Dr. H. Abdul Helim, S.Ag., M.Ag. saat ini ia menjabat Direktur Pasca Sarjana di IAIN Palangkaraya, Sekaligus Guru Besar dalam bidang keilmuan Metodologi Hukum Islam.
Selanjutnya Prof. Dr. M. Tahir, S.Ag., M.M.. ia sekarang sebagai Wakil Rektor III di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Tahir juga merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Dakwah.
Sementara lima nama lainnya merupakan Guru Besar yang kiprahnya lebih banyak di UIN Antasari, yakni: Prof Khairuddin, Prof Ani Cahyadi, Prof Jalaluddin, Prof Nida Mufidah, dan Prof Wardani.
Prof. Dr. H. Ahmad Khairuddin, M.Ag. pernah menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, ia juga pengajar tetap di UIN Antasari Banjarmasin.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ani Cahyadi, S.Ag., M.Pd., adalah guru besar dalam bidang Ilmu Teknologi Pendidikan.
Nama lainnya, Prof. Dr. H. Jalaluddin, M.Hum. guru besar bidang Ilmu Hak Asasi Manusia dan aktif mengajar di Fakultas Syariah.
Adapun Prof. Dr. Dra. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan.
Terakhir adalah Prof. Dr. H. Wardani, S.Ag., M.Ag., dia merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Tafsir di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.
Sesuai jadwal, pada 30 Juli 2025 adalah tahapan masa sanggah. Besok harinya 31 Juli 2025 panitia akan menyerahkan nama kandidat kepada Rektor UIN Antasari Banjarmasin.
Pada 6 Agustus 2025 akan ada siding Senat Universtitas yang hasil pertimbangan kualitatifnya akan diserahkan kepada Rektor UIN Antasari paling lambat 8 Agustus 2025.
Pada 11 – 14 Agustus 2025, Panitia dan Rektor UIN akan menyerahkan berkas calon kepada Menteri Agama RI.





