KALSELMAJU.COM, PARINGIN – Masa status darurat darurat bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (batingsor) di Kabupaten Balangan telah resmi berakhir. Kini BPBD fokus melakukan penanganan pencegahan bencana musim kemarau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, H. Rahmi, mengatakan bahwa intensitas bencana tahun ini mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya.
Hanya tercatat tujuh kejadian banjir ringan akibat kenaikan debit udara secara singkat. Kondisi ini tidak membuat petugas kewalahan dalam penanganan pasca bencana.
“Alhamdulillah, tahun ini kondisinya relatif aman. Tidak sampai pembangunan posko maupun dapur umum. Peningkatan debit air di beberapa titik hanya berlangsung sebentar, paling lama satu hari,” ujar H. Rahmi Kamis (03/7).
Rahmi menambahkan, berkurangnya dampak bencana tak lepas dari dua faktor utama. Pertama, tidak adanya tabrakan kiriman udara dari wilayah lain.
Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat yang sebelumnya telah mendapatkan edukasi tentang kesiapan menghadapi bencana.
“Peran warga cukup besar. Sosialisasi dan pelatihan yang selama ini kita lakukan mulai menunjukkan hasil yang positif,” tambahnya.
BPBD Balangan berkomitmen untuk terus memperkuat upaya mitigasi dan edukasi kebencanaan. Tujuannya agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana, baik saat musim hujan maupun kemarau.
“Perubahan cuaca makin sulit diprediksi. Kadang ekstrim, ada kalanya dipengaruhi La Nina atau El Nino. Oleh karena itu, penanganannya juga harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” jelas H. Rahmi.
Dengan berakhirnya musim hujan, BPBD kini mulai mengalihkan perhatian ke musim kemarau yang perkiraannya akan mulai terjadi akhir Juli.
Pihaknya bersiap menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai antisipasi dini.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan relawan untuk kesiapan menghadapi musim kering, agar risiko karhutla dapat ditekan,” tutupnya.





